Progres Fisik Proyek MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota Capai 37,55%
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan, rata-rata progres fisik proyek MRT Jakarta fase 2A (Bundaran HI-Kota) saat ini sudah mencapai 37,55%. Hingga Kamis (4/7/2024), pengerjaan fisik Stasiun Glodok menuju Stasiun Kota telah tersambung.
“Total pengerjaannya di fase 2A ini sudah di angka 37,55%. Itu sudah termasuk dengan pekerjaan railway system dan rolling stock-nya,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina saat konferensi pers di Wisma Nusantara Lt. 22, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Sebagai gambaran, MRT Jakarta fase 2A (Bundaran HI-Kota) dikerjakan dalam tiga paket kontrak yakni CP 201, CP 202, dan CP 203 dengan total nilai investasi sebesar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA).
Baca Juga
Weni memaparkan, progres paket MRT Jakarta CP 201 dan CP 202 yang dikerjakan oleh kontraktor Shimizu dan Adhi Karya Join Venture (SAJV).
“Jadi untuk paket CP 201 dari Bundaran HI-Monas itu kurang lebih di angka 78,5%, paket CP 202 dari Harmoni-Mangga Besar itu di angka 32,2%, dan paket CP 203 dari Mangga Besar-Kota itu di angka 57,89%,” papar dia.
Sedangkan untuk MRT Jakarta fase 2B (Kota-Ancol), menurut Weni, saat ini progresnya telah melewati tahap studi kelayakan (feasibility study/FS) yang nantinya akan beroperasi full underground.
“FS-nya sudah selesai, kita sedang dalam persiapan dokumen trase, kemudian penetapan lokasi (Penlok), dan juga persiapan untuk mulai basic engineering design,” ujar dia.
Baca Juga
Kelanjutan Proyek MRT Fase 4, Dirut: Kami Tunggu Kepastian Investor Korsel
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, pekerjaan Stasiun Glodok dan Kota kini telah terhubung yang ditandai dengan selesainya pembangunan terowongan Stasiun Glodok menuju Stasiun Kota oleh mesin bor terowongan (tunnel boring machine) 1.
Kedua stasiun tersebut merupakan salah satu proyek konstruksi MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota yang bekerjasama dengan Sojitz Corporation dengan nilai kontrak Rp 4,7 triliun.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Ahmad Pratomo mengatakan, TBM 1 berhasil membangun terowongan sepanjang 244,5 meter di kedalaman 23,75 meter selama sekitar 105 hari.
“Selanjutnya, mesin bor berdiameter sekitar 6,7 meter tersebut akan membangun terowongan dengan titik mulai dari Stasiun Kota menuju Stasiun Glodok,” kata Ahmad Pratomo beberapa waktu lalu.
Adapun rincian progres pekerjaan konstruksi MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota sebagai berikut:
1. Paket kontrak CP 201 (Stasiun Thamrin dan Monas): 78,50%;
2. Paket kontrak CP 202 (Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar): 32,22%;
3. Paket kontrak CP 203 (Stasiun Glodok dan Kota): 57,89%;
4. Paket kontrak CP 205 (sistem perkeretaapian dan rel): 4,52%;
5. Paket kontrak CP 206 (kereta): evaluasi dokumen tender, dan
6. Paket kontrak CP 207 (sistem pembayaran): call for tender.

