Bangun Nusantara Sustainability Hub di IKN, Anindya Bakrie: Kita Bisa Jadi Pemimpin Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Chief Executive Officer (CEO) Bakrie & Brothers Anindya Novyan Bakrie menyebutkan, Indonesia bisa menjadi pemimpin dunia. Namun, hal tersebut bisa dicapai saat menjawab berbagai macam tantangan yang ada pada peradaban saat ini,
Tantangan peradaban yang dimaksud Anindya tersebut di antaranya adalah mulai dari masalah pengembangan teknologi, hingga sumber daya manusia (SDM). Hal itu pun bukan hanya menjadi tantangan Indonesia, namun seluruh negara di dunia.
“Dan untuk menjawab tantangan abad 21 ini kita benar-benar bisa menjadi pemimpin lah di dunia,” ucap Anindya Bakrie dalam tayangan YouTube TvOneNews, Rabu (5/6/2024).
Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Bakrie Group bersama PT Pertamina (Persero) Tbk akhirnya membangun Nusantara Sustainability Hub di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur untuk mengembangkan pusat riset, teknologi dan ekonomi hijau.
Nantinya akan berdiri lembaga riset Bernama International Institute of Sustainability Indonesia (IISI) yang diinisiasi kelompok usaha Bakrie dan didukung Stanford Doerr School of Sustainability, Stanford University, Amerika Serikat di IKN.
Baca Juga
Kembangkan Ekonomi Hijau, Bakrie Group Bangun Nusantara Sustainability Hub di IKN
“Ini membuat kita semangat bahwa kita bsia belajar dari mereka mulai dari riset, bersama Kemendikbud, dan posibility-nya tentu universitas-universitas lain, lembaga-lembaga riset lain untuk bisa bersama-sama kita menjalankan mimpi yang besar ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Nusantara Sustainable Hub di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (5/6/2024). Jokowi mengapresiasi pembangunan Nusantara Sustainable yang merupakan kolaborasi PT Pertamina dan Bakrie Group ini.
"Saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai, dibangunnya Nusantara Sustainability Hub oleh kerja sama PT Pertamina dan PT Bakrie dan perusahaan lainnya," kata Jokowi dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

