Groundbreaking Nusantara Sustainability Hub, Jokowi Apresiasi Kolaborasi Pertamina dan Bakrie Group
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Nusantara Sustainable Hub di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (5/6/2024). Jokowi mengapresiasi pembangunan Nusantara Sustainable yang merupakan kolaborasi PT Pertamina dan Bakrie Group ini.
"Saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai, dibangunnya Nusantara Sustainability Hub oleh kerja sama PT Pertamina dan PT Bakrie dan perusahaan lainnya," kata Jokowi dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Jokowi Tegaskan Izin Tambang Bukan Diberikan ke Ormas, tetapi Badan Usahanya
Groundbreaking ini menandai dimulainya pembangunan pusat inovasi dan riset energi berkelanjutan berstandar internasional di IKN. Di atas lahan seluas 2,5 hektare akan dibangun lembaga riset International Institute of Sustainability Indonesia (IISI) yang diinisiasi Bakrie Group dan didukung Stanford Doerr School of Sustainability, Stanford University, Amerika Serikat.
Kolaborasi antara Pertamina dan Bakrie Group ini meliputi pengembangan infrastruktur shared-hub di wilayah strategis Edutown IKN. Selain itu juga berbagai penelitian yang mencakup aspek keberlanjutan, seperti penelitian mineral kritis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendukung transformasi eksplorasi sumber daya berkelanjutan.
Kerja sama yang terjalin antara Pertamina dengan Bakrie Group selalu mengutamakan komitmen terhadap upaya mewujudkan pembangunan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Jokowi berharap pembangunan Nusantara Sustainable Hub akan menarik perusahaan dan universitas lainnya untuk bisa bekerja sama di IKN. Dengan demikian, IKN akan menjadi sebuah pameran riset dan pengembangan ekonomi-ekonomi baru, terutama ekonomi hijau di Indonesia.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, peletakan pertama groundbreaking Nusantara Sustaiability Hub secara resmi saya nyatakan dimulai," katanya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi mengatakan, pada awal Agustus 2024 nanti, sejumlah infrastruktur pendukung di IKN, seperti bandara dan jalan tol telah siap digunakan. Jokowi meyakini kehadiran bandara dan jalan tol akan mengubah wajah IKN.
"Nanti awal Agustus, begitu jalan tolnya jadi, dari Balikpapan menuju ke IKN kira-kira kalau ngebut 30 menit, kalau enggak ngebut ya 40 menit. Nanti di awal Agustus Airport Nusantara selesai, bapak/ibu pengen mendarat di Nusantara Airport ke sini hanya kurang lebih 15 menit. Ini akan berubah semuanya," ungkapnya.
Selain itu, Jokowi juga membandingkan kualitas udara IKN dengan Jakarta. Dikatakan, berdasarkan pemantauan pagi tadi, kualitas udara Jakarta berada di angka 176. Padahal, standar kualitas udara yang baik berada di angka nol hingga 50.
"Di Singapura 44, di Melbourne 38, di Paris 38, terus berapa di Nusantara? Belum ada, tetapi saya meyakini, saya pastikan di bawah 30. Feeling saja feeling," katanya.
Jokowi kembali menekankan, investasi di IKN selayaknya membeli masa depan. Hal ini karena ekonomi dunia mulai beranjak ke ekonomi hijau yang akan dikembangkan di IKN. Nantinya, kata Jokowi mobil yang boleh masuk ke IKN hanya kendaraan listrik.
"Enggak tahu akan distop kapan mobil-mobil combustion enggak boleh masuk di Nusantara nanti, yang memutuskan nanti pak kepala Otorita, sehingga yang ada hanya Electric Vehicle yang ada di IKN ini. Sehingga betul-betul kita harapkan kualitas udara di IKN ini betul-betul di bawah 20," paparnya.
Dalam acara tersebut, Jokowi disambut langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Chief Executive Officer (CEO) Bakrie & Brothers Anindya Bakrie. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, Direktur Utama PT Patra Jasa Ray SM Daulay, Direktur Utama Bakrie Center Foundation Jimmy Gani, dan mitra strategis lainnya.
Anindya Bakrie mengatakan, selain menggandeng Stanford Doerr School of Sustainability, kerja sama ini juga akan menggandeng Station F, inkubator bisnis untuk startup yang berlokasi di Paris, Prancis. Ini akan melengkapi gagasan kolaborasi yang telah digagas sebelumnya.
"Selain kerja sama dengan Stanford, dan tentunya dengan Pertamina, nah kita juga bekerja sama dengan Station F dari Prancis," tutur Anindya dikutip dari Viva.co.id.
Baca Juga
Jokowi Akan Groundbreaking Proyek Kolaborasi Pertamina dan Bakrie Group di IKN
Lewat kerja sama ini, nantinya akan dibuat ekosistem yang komplit dari akademisi hingga wirausaha.
"Di mana kita ingin belajar bagaimana membuat suatu ekosistem dan gedung yang bisa membuat hubungan antara akademia, entrepreneur, dan juga investor, knowledge partner itu jadi satu," katanya.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengungkapkan Pertamina melalui Patra Jasa akan membangun Nusantara Sustainability Hub secara bertahap. Antara lain untuk mengembangkan aspek sustainability di IKN, sekaligus menghadirkan pusat riset dan inovasi bertaraf internasional di bidang keberlanjutan dan teknologi rendah karbon.
"Kami berharap, Nusantara Sustainability Hub ini bisa menjadi wadah untuk berbagai inisiasi, brainstorming, serta pengembangan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak,” kata Nicke.
Turut hadir mendampingi Jokowi dalam acara ini, yaitu Mensesneg Pratikno, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wamen ATR/BPN/Plt Waka OIKN, Raja Juli Antoni, Menkominfo Budi Arie Setiadi, Mendagri Tito Karnavian, dan Mendag Zulkifli Hasan
Selain itu, ada juga mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wishnutama.

