Anindya Bakrie: Nusantara Sustainability Hub Jadikan Indonesia Sebagai Makkah-nya Dekarbonisasi
JAKARTA, Investortrust.id - Nusantara Sustainability Hub di Ibukota Nusantara (IKN) merupakan sebuah hub yang akan menggabungkan institusi akademis terbaik dengan institusi pemerintah dan juga sektor swasta dalam upaya dekarbonisasi, demi mencapai tujuan net zero emission. Ke depan, kata Chief of Executive Officer PT Bakrie & Brothers Anindya Novyan Bakrie, Indonesia akan menjadi pusat dekarbonisasi dunia, atau yang menurut istilahnya akan menjadi ‘Makkahnya Dekarbonisasi’.
“Lewat inisiatif Nusantara Sustainability Hub di IKN, Indonesia harus menjadi Makkah dekarbonisasi, jadi itu hanyalah salah satu inisiatif kami untuk mendukung keyakinan (langkah dekarbonisasi) tersebut,” ujar Anindya dalam kesempatan bincang-bincang dengan BBC World News Radio pada Selasa (2/7/2024) di kantor pusat BBC di Portland Place di London, Inggris.
Sebagai salah satu negara yang fokus pada upaya elektrifikasi, dengan dukungan segala sumber daya alam yang tersedia, Anindya menyebut Indonesia juga mengambil peran yang sangat proaktif dalam upaya dekarbonisasi, dan pengembangan energi terbarukan.
“Karena kita mampu dan mempunyai sumber daya untuk melakukannya. Bayangkan saja penangkapan karbon melalui hutan dan ekosistem karbon biru seperti areal pertambangan, dan hutan bakau, kita sebenarnya bisa menyimpan banyak CO2 untuk dunia,” kata Anindya.
Kendati emisi CO2 per orang per tahun jauh di bawah rata-rata dunia, Indonesia menghasilkan sekitar dua ton karbon per orang per tahun, dibandingkan dengan rata-rata empat ton per orang per tahun. Sementara itu negara berkembang lainnya bahkan bisa menghasilkan 10 hingga 20 ton karbon per orang per tahun.
Baca Juga
Bangun Nusantara Sustainability Hub di IKN, Anindya Bakrie: Kita Bisa Jadi Pemimpin Dunia
“Ini adalah salah satu cara agar Indonesia bisa bersinar di masa depan. Kita bisa mencapai Era Indonesia Emas pada tahun 2045, peringatan 100 tahun kemerdekaan. Jadi menurut kami dengan begitulah Indonesia akan dikenal sebagai Makkah Dekarbonisasi,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama Anindya juga memaparkan bahwa Indonesia memiliki banyak peluang untuk memiliki ibu kota pertama yang ramah lingkungan dan smart di dunia. Namun di sisi lain Indonesia juga punya tanggung jawab dalam upaya bertransisi dengan mengelola ESG sebagai bagian upaya tersebut.
“Hakikatnya ini bisa menjadi Green Capital tidak hanya bagi Indonesia tapi juga dunia. Sangat jarang, kita melihat ibukota yang dikerjakan di tengah-tengah kawasan yang sebagian besar berupa hutan,” ujarnya.
“Dengan teknologi, visi seperti ini dapat diwujudkan. Dan Indonesia negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia, dan juga kini berada di peringkat 15 perekonomian terbesar yang berusaha menjadi lima besar dalam 20 tahun ke depan. Saya pikir visi seperti ini mencoba menggabungkan antara pertumbuhan dan planet, dan juga people,” imbuhnya.
Baca Juga
Groundbreaking Nusantara Sustainability Hub, Jokowi Harap IKN Jadi Pusat Pameran Riset RI
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Nusantara Sustainability Hub di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu, 5 Juni 2024. Dalam sambutannya, Presiden meyakini bahwa transformasi menuju ekonomi hijau akan membawa perubahan signifikan terhadap kualitas udara IKN dengan indeks kualitas udara yang baik.
“Enggak tahu akan setop kapan, mobil-mobil combustion enggak boleh masuk di Nusantara nanti yang memutuskan adalah Pak Kepala Otorita, sehingga yang ada hanya electric vehicle yang ada di Ibu Kota Nusantara ini. Sehingga kita betul-betul kita harapkan kualitas udara di Ibu Kota Nusantara ini betul-betul di bawah 20,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Presiden juga kembali menegaskan bahwa investasi di IKN merupakan investasi dalam masa depan, terutama dalam pengembangan ekonomi hijau. Presiden pun mengapresiasi pembangunan Nusantara Sustainability Hub di IKN sebagai bentuk kerja sama PT Pertamina dan PT Bakrie serta perusahaan lainnya.
“Ini akan menarik nantinya perusahaan-perusahaan yang lain, universitas yang lain untuk bisa bekerja sama di sini sehingga menjadi sebuah showcase riset negara kita dan pengembangan ekonomi-ekonomi baru terutama ekonomi hijau di negara kita,” ucap Presiden.

