Sandiaga Uno Ungkap Sejumlah PR yang Menanti Menparekraf Selanjutnya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut pekerjaan rumah besar menanti siapapun yang akan menggantikan dirinya pada pemerintahan selanjutnya.
Pekerjaan rumah tersebut adalah target kenaikan Indeks Kinerja Pariwisata (Travel and Tourism Development Index/TTDI) yang masih berada diurutan ke-22 dari 119 negara. Meski sebelumnya telah berhasil mendongkrak 10 peringkat dari urutan ke-32 tahun sebelumnya menjadi 22.
Baca Juga
Kuartal I-2024, Sandiaga Sebut Realisasi Investasi Sektor Parekraf Jauh dari Harapan
Menurut Sandiaga, capaian TTDI tahun ini melampaui target yang dipatok oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebelumnya, yakni di urutan ke-29 atau naik 3 peringkat saja.
“Target menteri ke depan harus dinaikkann, masuk jadi top 20 syukur-syukur ke depan dan kemudian bisa dinaikkan menjadi top 10,” kata Sandiaga dalam Weekly Brief with Sandi Uno yang digelar secara hibrida pada Senin (27/5/2024) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menilai capaian positif kali ini merupakan hasil dari kebijakan yang dilaksanakan selama ini. Kebijakan tersebut menurutnya lebih tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.
Baca Juga
Sandiaga: Kenaikan Tarif PPN Jadi 12% Tak Akan Pengaruhi Industri Pariwisata
TTDI mengukur serangkaian faktor dan kebijakan yang memungkinkan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berketahanan. Indonesia mendapat skor tertinggi untuk kategori prioritization of travel & tourism dengan skor 6,03, diikuti safety and security 5,77, dan price competitiveness dengan skor 5,44.
Meski menunjukkan capaian yang positif, masih terdapat kategori yang perlu diperbaiki utamanya pada kategori tourist services and infrastructure. Skor Indonesia untuk kategori ini hanya 1,90, diikuti kategori non-leisure resources 3,06, dan health and hygiene 3,78.
Merespons hal tersebut, Sandiaga menegaskan pemerintah akan meningkatkan pelayanan melalui investasi di sumber daya manusia (SDM). Tentu saja, upaya tersebut akan diikuti oleh pembangunan infrastruktur secara masif di daerah pariwisata. “Kalau layanan itu bisa dengan investasi di SDM tapi kalau infrastruktur harus kita bangun infrastrukturnya,” pungkasnya.

