Bukan Avtur, Sandiaga Uno Ungkap Biang Kerok Mahalnya Tiket Pesawat
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membantah jika harga avtur yang menjadi penyebab utama mahalnya harga tiket pesawat. Hal itu diungkapkan berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh Kementerian ESDM dan BUMN.
Sandiaga pun menjelaskan, berdasarkan kajian dua kementerian tadi, avtur tidak memberikan dampak signifikan terhadap tingginya harga. Faktor lain yang dinilai berpengaruh salah satunya adalah pajak.
"Hasil dari pembicaraan pada saat Ratas (rapat terbatas), itu (avtur) tidak berkontribusi lebih signifikan dari segi kenaikan atau tingginya harga tiket pesawat," ucap Sandiaga saat ditemui di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Selain persoalan pajak yang patut diperhitungkan, penyebab utama harga tiket pesawat mahal adalah dikarenakan kurangnya jumlah armada pesawat. Menurut Sandiaga, Indonesia harus menambah pesawat hingga sebanyak 700 unit.
Baca Juga
"Sehingga ada peningkatan jumlah penerbangan, dan ketersediaan kursi. Itu faktor utama kenapa harga tiket mahal tahun lalu, dan berlanjut ke awal tahun ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini, salah satu upaya untuk menekan harga tiket pesawat adalah dengan melakukan skema block seat dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda).
Skema block seat yang dimaksud Sandiaga Uno tersebut adalah Pemda memberikan stimulus dengan membeli tiket pesawat ketika melakukan perjalanan dinas. Sehingga keterisian bisa mencapai 60-70% dari total kursi yang tersedia.
"Dan ketersediaan kursi itu yang memberikan dampak lebih real kepada harapan kita untuk menurunkan harga tiket pesawat," tandas Sandiaga.

