Mantan Bos BI: Suku Bunga Tinggi Bukan Satu-Satunya Biang Kerok Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008, Burhanuddin Abdullah, menyebut kebijakan suku bunga acuan alias BI Rate yang tinggi bukan satu-satunya penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2025. Berdasarkan laporan Bank Dunia, tingginya suku bunga BI juga menjadi alasan tertekannya nilai tukar (kurs) rupiah.
"Tidak, bukan satu-satunya (penyebab)," katanya singkat saat ditemui usai menghadiri peluncuran Prasasti for Policy Studies di Djakarta XXI, Thamrin, Senin (30/6/2025).
Menurut mantan bos BI itu, kebijakan suku bunga tinggi hanya menjadi satu dari banyaknya variabel yang membuat melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 mencapai 4,87% secara year-on-year (yoy).
Meski tidak menjelaskan detail, ia menyebut sejumlah faktor dibalik melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya kebijakan efisiensi oleh pemerintah hingga menurunnya daya beli masyarakat.
"Banyak faktor yang membuat pertumbuhan kemarin hanya 4,87 %. Berbagai usaha penghematan (pemerintah), kemudian daya beli masyarakat, suku bunga, macam-macam lah," jawabnya.
Baca Juga
Bidik Rasio Penerimaan Negara hingga 18%, Adik Prabowo Akui 8 Kali Konsultasi dengan Bank Dunia
Sebelumnya Lead Economist World Bank Indonesia and Timor Leste, Habib Rab melaporkan keputusan BI yang mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lama memberikan dampak tersendiri terhadap fundamental perekonomian Indonesia. Di antaranya seperti depresiasi pada kurs rupiah hingga melonjaknya capital outflow atau arus modal keluar.
"Meskipun arus keluar modal dari Indonesia relatif rendah, tekanan terhadap rupiah tetap kuat. Ini disebabkan oleh pasar keuangan Indonesia yang masih dangkal," ujar Rab dalam acara People-First Housing: A Roadmap From Homes to Jobs to Prosperity in Indonesia di Soehanna Hall, Jakarta, Senin (23/6/2025) beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui saat ini suku bunga BI berada pada level 5,50%. Adapun suku bunga BI Rate sempat mencapai 6,25% pada April-Agustus 2024. Kemudian BI Rate bertahan di level 6,0% sepanjang September-Desember 2024. BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Januari 2025 dan Mei 2025.

