Sandiaga Uno Ungkap Nilai Investasi Parekraf di IKN Capai Rp 5,3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, nilai investasi pariwisata dan ekonomi kreatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sudah masuk sekitar Rp 5,3 triliun. Sandiaga berkomitmen untuk mendorong investasi di IKN dengan konsep pariwisata berkelanjutan dan berkualitas atau sustainable tourism and quality tourism.
“Komitmen investasi Parekraf di IKN telah kita jaring melalui International Tourism Investment Forum 2023 dan untuk IKN sendiri ada Rp 5,3 triliun. Selanjutnya, kami akan melakukan International Tourism Investment Forum di Juni 2024 dan kita akan dorong lebih banyak investasi di IKN dengan konsep sustainable tourism and quality tourism,” ujar Sandiaga Uno di Media Center Kominfo, Jakarta, Kamis (14/3/2024)
Baca Juga
Sandiaga Uno mengungkapkan, sebanyak Rp 5 triliun merupakan nilai investasi dari PT Pakuwon Jati Tbk atau Pakuwon Group dan Rp 300 miliar dari PT ARCS House Wisata Indonesia (Jambuluwuk). Sandiaga Uno optimistis nilai investasi di sektor parekraf di IKN itu akan terus bertambah. Bahkan, Sandiaga Uno yakin hotel bintang lima bakal berdiri di IKN sebelum Agustus 2024.
"Kita juga berkomitmen bahwa sebelum Agustus 2024 perayaan hari kemerdekaan kita, maka kita telah memiliki hotel bintang 5 di IKN,” paparnya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah memaparkan potensi pariwisata di IKN serta beberapa wilayah sekitarnya. Dipaparkan, nilai produk domestik regional bruto (PDRB) Kalimantan Timur mencapai Rp 524 triliun pada 2023. Dari jumla itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyumbang 38,57 triliun atau hampir Rp 40 triliun.
Baca Juga
Proyek Jalan Feeder IKN Nusantara Dikebut, Progres Capai 16,7%
“Kontribusi sektor parekraf, bisa dilihat dari total nilai PDRB Kalimantan Timur 2023 yang mencapai Rp 524 triliun. Pariwisata itu memberikan kontribusi Rp 9,14 triliun, dan ekonomi kreatif sekitar Rp 29,43 triliun. Jadi totalnya hampir Rp 40 triliun, dan ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkatkan indeks pembangunan kepariwisataan nasional,” tegas Sandiaga. (CR-3)

