Kuartal I-2024, Sandiaga Sebut Realisasi Investasi Sektor Parekraf Jauh dari Harapan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) sepanjang 2024 masih jauh dari harapan.
Sandi menyebut investasi di sektor Parekraf tercatat sebesar Rp11 triliun di kuartal I-2024. Angka tersebut masih jauh dari target tahunan yang berada di kisaran Rp80 triliun -100 triliun atau setidaknya 4% dari target investasi pemerintah keseluruhan sebesar Rp1.600 triliun.
"Kita targetnya sesuai dengan total target investasi Indonesia tahun ini Rp1.600 triliun yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Kalau kita kontribusi 4% maka kita harus mendapatkan angka total antara hampir Rp80-100 triliun itu harus kita dapatkan," katanya ketika ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
Sandiaga Uno: Perputaran Ekonomi Libur Lebaran 2024 Tembus Rp 350 Triliun
Menurut Sandi, realisasi investasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sepanjang kuartal I-2024 sebesar Rp11 triliun jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp35 triliun. Oleh karena itu, pihaknya masih terus berupaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan mengundang sejumlah investor potensial, khususnya dari luar negeri.
"Investornya banyak sekali karena kita sudah mengundang [investor] baik dari Timur Tengah, regional Asia, Eropa, dan AS [Amerika Serikat]. Ini mereka sangat ready untuk investasi dan kita tinggal siapkan potensinya," ujarnya.
Adapun, investasi yang ditawarkan kepada investor dari luar negeri tidak hanya hotel, restoran, dan kafe seperti. Kemenparekraf juga menawarkan mereka untuk berinvestasi mengembangan ekowisata dan Kawasan pariwisata, termasuk desa wisata di lima Destinasi Wisata superprioritas dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Baca Juga
Destinasi Wisata Superprioritas tersebut terdiri dari Danau Toba di Sumatra Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Likupang di Sulawesi Utara.
"Kita tawarkan juga resort ecotourism dan juga pengembangan tourism estate. Planning [rencananya] kita tawarkan di lima Destinasi Wisata Superprioritas dan pengembangan [wisata] di sekitar IKN Nusantara juga pengembangan desa-desa wisata," papar Sandi.
Belum lama ini, Kemenparekraf diketahui mempromosikan investasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Annual Investment Meeting (AIM) Congress 2024 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pertemuan tersebut menjadi tempat para investor besar dunia yang juga mewakili pemerintahan, swasta, dan komunitas berkumpul untuk mempromosikan investasi.
“Kami menyampaikan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sangat dominan. Indonesia pun memiliki kebijakan yang sangat terbuka untuk investasi di berbagai bidang terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya
Di pertemuan tersebut, Sandi menyampaikan bahwa setiap menanamkan investasi di Indonesia investor akan menciptakan enam kali lipat lebih banyak lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan tersebut bahkan bukan pekerjaan biasa, akan tetapi berkaitan dengan keberlanjutan dan ekonomi hijau.
“Bukan hanya lapangan pekerjaan biasa, tetapi lapangan pekerjaan yang dikaitkan dengan sustainability [keberlanjutan] dengan green economy [ekonomi hijau] tapi juga dengan women empowerment, memberdayakan perempuan dan juga menciptakan lapangan kerja yang bisa meningkatkan kesejahteraan,” paparnya.

