Covid-19 Menjalar Singapura, PB IDI Beri Tanggapan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kasus persebaran Covid-19 kembali menjalar, kali ini merebak di Singapura. Dilansir dari berbagai sumber, permintaan alat tes Covid-19 melonjak lebih dari 150% dalam sepekan terakhir di Singapura.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terlampau panik. Berdasar catatan PB IDI, persebaran virus tersebut belum terpantau menjangkiti masyarakat Tanah Air.
"(Sejauh ini) belum ada laporan sub varian KP.1 dan KP.2 di Indonesia," kata Ketua Satgas Covid PB IDI Erlina Burhan, kepada Investortrust.id, Senin (27/5/2024).
Namun Erlina mengungkapkan, mobilisasi masyarakat yang tinggi dari dan ke Singapura bukan tidak mungkin meningkatkan kemungkinan masuknya varian virus Covid-19 ke Indonesia. Ia turut memperingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Baca Juga
Marak Kasus Covid-19 di Singapura, Kemenkes: Belum Terdeteksi di Indonesia
"Untuk masyarakat diimbau pakai masker dan cuci tangan," sebut Erlina.
Meski demikian, Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI tersebut memandang saat ini pemerintah belum membutuhkan kebijakan pengetatan mobilitas masyarakat seperti era pandemi covid-19 beberapa waktu silam.
Sebelumnya dilansir dari berbagai sumber, prakiraan jumlah infeksi Covid-19 pada 5 - 11 Mei 2024 sebanyak 25.900 kasus. Angka itu meningkat 90% dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 13.700 kasus.
Sementara itu 2/3 kasus di Singapura disebabkan oleh jenis virus KP.1 dan KP.2. Kementerian Kesehatan Singapura (18/5/2024) menyatakan tidak ada indikasi KP.1 dan KP.2 lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian lain yang beredar.
Meskipun penelitian mengenai efektivitas vaksin yang ada saat ini terhadap varian baru belum dilakukan, para ilmuwan mengatakan vaksinasi tetap merupakan pilihan terbaik, terutama terhadap penyakit parah.

