PB IDI Berharap Capres Punya Komitmen Perkuat Asosiasi Profesi Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Komunitas Profesi dan Asosiasi Kesehatan (Kompak) menggelar dialog dengan para calon presiden (capres) Pemilu 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2024). Para tenaga kesehatan ingin mendengar visi misi dari para capres untuk memajukan dunia kesehatan Indonesia.
Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Muhammad Adib Khumaidi berharap para capres dan cawapres memiliki komitmen kuat untuk memperkuat asosiasi profesi di bidang kesehatan. Salah satunya dengan melibatkan asosiasi profesi kesehatan dalam setiap pengambilan kebijakan.
"Kami berharap para pasangan calon memperkuat eksistensi asosiasi profesi di bidang kesehatan dan semua dilibatkan di dalam setiap pengambilan kebijakan," kata Adib di sela acara dialog tersebut.
Dengan terlibat dalam setiap pembuatan kebijakan, Adib yakin semua asosiasi profesi akan mendukung kebijakan tersebut serta melaksanakannya secara konsisten.
Baca Juga
"Kita juga akan mendukung kebijakan itu karena kita memaknai sebuah partisipasi dalam pembuatan regulasi," tuturnya.
Selanjutnya, Adib mengatakan tenaga medis di seluruh Indonesia ingin melihat visi dan misi para capres serta cawapres lewat 11 poin strategis yang mereka tetapkan. Mulai dari masalah kesehatan, indeks pembangunan manusia, masalah stunting, masalah penyakit menular serta tidak menular, dan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di seluruh Indonesia.
Lalu ada soal sumber daya manusia di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kesejahteraan, perlindungan hukum, hingga kompetensi tenaga medis untuk meningkatkan pelayanan.
Baca Juga
22.871 ODGJ di Jakarta Jadi Pemilih di Pemilu 2024, KPU: Harus Bawa Surat Dokter
"Yang paling penting bagaimana di dalam pembangunan kesehatan itu harus bisa mencerminkan kolaborasi dan sinergi karena pandemi Covid-19 sudah membuktikannya. Saya kira semua tenaga medis di seluruh Indonesia siap menjadi mitra utama pemerintah dalam membangun kesehatan masyarakat Indonesia," ujarnya.

