Bos Garuda Ungkap Pesawat GIA-1105 yang Terbakar Pengaruhi Penerbangan Reguler
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Indonesia (Persero), [kode saham: GIAA] mengungkapkan, jamaah haji yang sempat tertunda keberangkatannya dari Bandara Sultan Hasanuddin akibat insiden terbakarnya pesawat penerbangan GIA-1105 (tipe Boeing 747-412), Makassar beberapa waktu lalu telah diterbangkan kembali dengan pesawat backup yakni Boeing 747-400 (ER-TRV).
Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra menyampaikan, penggantian pesawat penerbangan yang terbakar memengaruhi 100 penerbangan (jamaah) reguler.
“Penggunaan 2 pesawat back up yang kita gunakan, yang sebenarnya saat ini digunakan untuk penerbangan biasa, mengakibatkan atau mempengaruhi hampir sekitar 100 penerbangan reguler, baik domestik maupun internasional (sampai tanggal 25 Juni 2024),” kata Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Penyelenggaraan Haji 1445 H/2024 Masehi, Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2024).
Penyebab terjadinya kebakaran, menurut Irfan, adanya percikan api dalam mesin pesawat. Berikutnya awak pesawat melakukan prosedur return to base (RTB) untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Confirmed, kerusakan tidak disebabkan oleh adanya benda atau barang asing yang masuk ke dalam engine. Jadi ini disebabkan (dari) internal engine,” tandas dia.
Sebagai gambaran, pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 747-412 bernomor penerbangan GIA 1105 terbakar tidak lama setelah lepas landas atau take off dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi pada Rabu (15/5/2024).
“Terkait ini, ada banyak hal yang kita lakukan. Penumpang (jamaah) kita ganti dengan Boeing 747-400 yang satunya. Sementara penerbangan kloter selanjutnya kita terbangkan dengan 2 buah pesawat (backup) Boeing dan Airbus milik kami dengan kapasitas masing-masing 368 orang dan 242 orang,” jelas Irfan.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, Garuda Indonesia telah menyiapkan sebanyak 14 pesawat berbadan lebar untuk melayani jemaah calon haji asal Indonesia pada musim haji 1445 Hijriah/2024 Masehi. Rencananya, Garuda Indonesia akan menerbangkan total 109.000 jemaah haji dalam 292 kelompok terbang (kloter) dan akan diberangkatkan dari sembilan embarkasi.

