KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Terkait Korupsi Rumah Jabatan
JAKARTA, investortrust.id - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar, Rabu (8/5/2024). Indra Iskandar dijadwalkan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek kelengkapan rumah jabatan anggota DPR.
"Tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi, Indra Iskandar," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
KPK Panggil Direktur 3 Perusahaan Terkait Kasus Korupsi Rumah Jabatan DPR
Tak hanya Indra Iskandar, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa saksi lainnya. Mereka yakni, Project Manager PT Integra Indocabinet, Andrias Catur Prasetya.
Ali Fikri belum membeberkan detail materi yang bakal didalami tim penyidik dalam pemeriksaan para saksi tersebut. Namun, pemeriksaan terhadap Indra Iskandar dan saksi-saksi lainnya dibutuhkan tim penyidik untuk membuat terang kasus dugaan korupsi proyek kelengkapan rumah jabatan anggota DPR.
KPK diketahui sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan kelengkapan rumah jabatan DPR dengan nilai proyek sekitar Rp 120 miliar. KPK menduga korupsi ini merugikan keuangan negara sekitar puluhan miliar rupiah.
Korupsi proyek kelengkapan rumah jabatan anggota DPR di Kalibata dan Ulujami ini dilakukan dengan sejumlah modus, seperti memakai bendera perusahaan lain untuk terlibat pengadaan dan proses pengadaan yang hanya formalitas. Pengadaan yang dikorupsi antara lain kelengkapan ruang tamu dan ruang makan.
Baca Juga
Geledah Gedung Setjen DPR, Penyidik KPK Bawa 2 Koper dan 1 Ransel
Dalam mengusut kasus ini, KPK telah meminta Ditjen Imigrasi mencegah tujuh orang ke luar negeri. Berdasarkan informasi, tujuh orang yang dicegah bepergian ke luar negeri itu, yakni Sekjen DPR, Indra Iskandar, Kepala Bagian Pengelolaan Rumjab DPR, Hiphi Hidupati, Dirut PT Daya Indah Dinamika, Tanti Nugroho, Direktur PT Dwitunggal Bangun Persada, Juanda Hasurungan Sidabutar, Direktur Operasional PT Avantgarde Production, Kibun Roni, Project Manager PT Integra Indocabinet, Andrias Catur Prasetya, dan pihak swasta lainnya bernama Edwin Budiman.
Tak hanya itu, KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi, termasuk gedung Sekretariat Jenderal DPR di kompleks parlemen, Senayan.

