Jokowi Bakal Bisiki Prabowo untuk Bangkitkan Tambak Nila Seluas 78.000 Hektare di Pantura
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membangkitkan tambak udang yang mati suri atau idle seluas 78.000 hektare yang tersebar di sepanjang pantai utara (Pantura) Pulau Jawa menjadi tambak ikan nila. Berdasarkan kalkulasi sementara dibutuhkan anggaran sebesar Rp 13 triliun untuk menuntaskan target tersebut.
Jokowi mengatakan, akan menyiapkan anggaran tersebut dalam APBN 2025-2026 jika budi daya ikan nila ini menjanjikan bagi perekonomian Indonesia. Bahkan, Jokowi akan menyampaikan kepada presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dapat mewujudkan rencana tersebut.
"Nanti kita akan kita lihat ini dulu kalau memang sangat visibel akan saya siapkan di APBN 2025-2026 dan saya akan bisikin kepada pemerintahan baru, presiden terpilih agar mimpi besar ini betul-betul bisa direalisasikan," kata Jokowi saat meresmikan modeling budi daya ikan nila salin di Karawang yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Jokowi mengatakan tambak udang yang telah lama mati suri itu tersebar di sepanjang Pantura mulai dari Serang, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur dengan total luas lahan 78.000 hektare. Tambak ikan nila, kata dia, dipilih karena potensi dari permintaan komoditas ini di pasar global.
"Tambak udang yang sudah tak aktif itu akan diubah karena untuk tambak udang sudah enggak mungkin lagi, yang paling mungkin sekarang ini adalah ikan nila dipakai untuk tambak ikan nila, yang memiliki demand pasar dunia yang sangat besar sekali," ujar dia.
Jokowi mengatakan potensi permintaan ikan nila secara global menyentuh angka US$ 14,4 miliar atau sekitar Rp 230 triliun. Untuk itu, tambak nila di sepanjang Pantura diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar global tersebut.
"Oleh sebab itu besarnya permintaan ini harus kita manfaatkan. Tetapi juga jangan langsung membuat yang gede. Saya setuju dibuat model dulu," ujar dia.
Selain potensi ekonomi, tambak nila yang disiapkan juga diklaim dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Meski demikian, untuk mewujudkan mimpi tersebut, Jokowi mengatakan perlu biaya sebesar Rp 13 triliun.
"Saya bilang kalau Rp13 triliun dari Banten sampai ke Jawa Tiimur dari Serang sampai ke Banyuwangi semuanya bisa dikerjakan, saya kira akan bisa mengangkut tenaga kerja yang sangat gede sekali, membuka lapangan kerja yang sangat besar sekali. Rp 13 triliun bukan uang yang banyak," ujar dia.
Baca Juga
Hari Ini, Jokowi Resmikan Modeling Budi Daya Ikan Nila Salin di Karawang
Jokowi pada hari ini meresmikan modeling budi daya nila salin di Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), modeling budi daya ikan nila salin merupakan terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang dibangun sejak 2023 dengan lahan seluas 80 hektare. Lahan tersebut awalnya merupakan tambak udang yang dibangun oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto sejak 1984 silam dengan nama proyek pandu tambak inti rakyat dan berhenti pada 1998.
Sejak program tidak berjalan lahan, tambak udang tersebut terkontaminasi. Lahan tambak udang itu menjadi aset negara tanpa fungsi selama puluhan tahun.
Biaya investasi pembangunan fasilitas sarana prasarana modeling nila salin berbasis kawasan mencapai Rp 76 miliar. Produktivitas modeling diharapkan bisa mencapai sekitar 7.020 ton per siklus atau senilai Rp 210,6 miliar dengan asumsi harga jual ikan nila salin Rp 30.000 per kg. Dari asumsi hitungan ekonomi dengan harga pokok produksi Rp 24.500 per kg, modeling akan menghasilkan keuntungan sekitar Rp 38,6 miliar.

