17 Bandara Internasional Turun Kelas Jadi Domestik, Sandi Uno Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno merespons soal kebijakan penurunan kelas 17 Bandara Internasional menjadi domestik di Indonesia. Ia melihat kebijakan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air.
Dengan penurunan kelas 17 bandara internasional tersebut, ia berharap akan terjadi efisiensi hingga peluang mengangkat kunjungan wisman melalui konsep hub and spoke. Ia menambahkan pemerintah selanjutnya akan lebih fokus terhadap pergerakan kunjungan wisman melalui tiga pintu utama seperti Jakarta, Bali dan Batam.
"Ada lima destinasi super prioritas yang sudah dilayani bandara internasional seperti Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Manado," kata Sandi saat ditemui di Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Sandi juga optimistis akan terjadi efisiensi anggaran negara dengan penurunan kelas 17 bandara internasional. Hal tersebut didorong integrasi fungsi dan promosi di sejumlah bandara-bandara utama.
"Prakiraan? Saya melihat efisiensi sektor pariwiasata dan ekraf bisa mencapai angka 15-20% dengan adanya fokus 5 destinasi super prioritas yang kita tawarkan, akan lebih mendorog kunjungan wisatawan tersebar di seluruh nusantara," ucap Sandi.
Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut status internasional terhadap 17 bandara Indonesia. Kebijakan tersebut tertuang dalam beleiid Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandara Udara Internasional, pada 2 April 2024 lalu.
Adapun 17 bandara yang dicabut status internasionalnya di antaranya Bandara Maimun Saleh (Sabang, Aceh), Bandara Sisingamaraja XII (Silangit, Sumatera Utara), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang, Kepulauan Riau), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang, Sumatera Selatan), Bandara Radin Inten II (Bandar Lampung, Lampung).
Lalu Bandara H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan, Bangka Belitung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung, Jawa Barat), Bandara Jenderal Ahmad Yani (Semarang, Jawa Tengah) dan Bandara Adi Soemarmo (Solo, Jawa Tengah).
Kemudian ada Bandara Banyuwangi (Banyuwangi, Jawa Timur), Bandara Supadio (Pontianak, Kalimantan Barat), Bandara Juwata (Tarakan, Kalimantan Utara), Bandara Syamsuddin Noor, (Banjarmasin, Kalimantan Selatan), Bandara El Tari (Kupang, NTT), Bandara Pattimura (Ambon, Maluku) dan Bandara (Frans Kaisiepo, Biak, Papua).
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2024 mencapai 1.041.861, turun 1,91% secara bulanan, namun meningkat 19,86% secara tahunan. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, sebanyak 859.797 wisman masuk melalui pintu utama pada Maret 2024. Sedangkan sisanya sebanyak 182.064 wisman masuk melalui pintu perbatasan.
"Pada Maret 2024 kunjungan wisman terbanyak berasal dari Malaysia, disusul Australia dan Singapura," kata Amalia dalam paparan Berita Resmi Statistik di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

