Raup Ratusan Miliar, Film Agak Laen Dipuji Sandi Uno
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno memberikan pujian terhadap film “Agak Laen” di sela-sela Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Dilansir dari berbagai sumber, hingga artikel ini diterbitkan film Agak Laen telah menembus angka 8,8 juta penonton. Sandi mengaku telah menonton film tersebut sebanyak dua kali.
"Saya bagian dari 8,8 juta penonton, menonton bersama istri karena ingin menonton dua kali. Ini film yang sangat fenomenal, ada senangnya, ada sedihnya, ada takutnya, alur ceritanya sangat kuat," puji Sandi.
Dengan jumlah penonton yang menyentuh angka 8,8 juta, film “Agak Laen” ditaksir meraup omzet hingga ratusan miliar.
"Saya dengar kabar, produksinya tidak terlalu mahal, betul Rp 6 miliar. Tapi mungkin dengan 8,8 juta penonton, pendapatannya sudah ratusan (miliar), ya 8,8 juta dikali 21.000 saja," beber Sandi.
Lebih lanjut menurut Sandi, film “Agak Laen” menjadi bukti bagaimana sektor ekonomi kreatif apabila dikerjakan dengan serius dapat menggerakkan perekonomian dalam skala yang besar.
"Jadi konon kabarnya (pendapatan) dari bioskop saja bisa mencapai Rp300 miliar, belum bicara hak streaming, maupun nanti produk merchandise dan sebagainya. Menunjukkan memang betul, ekonomi kreatif sangat kuat dan cuan-nya banyak, karena film ini berdampak luar biasa kepada banyak subsektor Ekraf lainnya," ucap Sandi.
Baca Juga
Sementara itu Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mendorong pemerintah turut memperhatikan secara serius industri perfilman. Menurut Dede Yusuf, industri perfilman berpotensi memberikan kontribusi besar khususnya terhadap sektor ekonomi kreatif.
"Saya membayangkan semua film tembus paling sedikit 3 juta (penonton). Maka Ekraf itu akan bergulir. Kalau saya lihat bioskop pemasukan terbesarnya bukan dari tiket, tapi dari makanan dan minuman," ucap Dede Yusuf dalam raker Komisi X DPR bersama Menparekraf, Rabu (13/3/2024).
Untuk merealisasikan hal tersebut, Dede berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi ketersediaan bioskop-bioskop di wilayah kabupaten/kota seluruh Indonesia.
"Saya tetap mendorong kalau bisa di daerah-daerah kabupaten/kota bioskop harus ada, agar perputaran film dapat dilakukan terus-menerus hingga ke kabupaten/kota. Saya membayangkan mungkin nanti di Labuan Bajo, di Danau Toba, bioskop-bioskop daerah tetap ada."
Dede menambahkan, keterbatasan jumlah bioskop berimbas pada angka kehadiran penonton. Ia berujar akan sangat sulit untuk mendapatkan jumlah 1 juta penonton apabila bioksop terbatas.
"Kalau tidak, tembus satu juta saja susah. Butuh sesuatu yang fenomenal untuk bisa tembus satu juta," tandas Dede.
Film “Agak Laen” tayang perdana pada 1 Februari 2024 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Diproduseri oleh Ernest Prakasa serta disutradarai Muhadkly Acho, film ini bercerita tentang kisah empat sekawan penjaga rumah hantu di pasar malam yang mencari cara baru menakuti pengunjung agar selamat dari kebangkrutan.

