Ekonom Sebut Momen Lebaran Tahun Ini 'Agak Laen', Mengapa?
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom yang juga Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyebut, fenomena mudik hingga Lebaran tahun ini menjadi agak laen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Mudik tahun ini bertepatan dengan peralihan periode triwulan I-2024 menuju awal triwulan II-2024, dikarenakan hari raya Idulfitri akan jatuh sekitar 12 April 2024.
Berbeda dengan tahun lalu, Eko Listyanto mengatakan pada momentum mudik hingga Lebaran kali ini masyarakat sudah harus menghadapi inflasi pangan sejak awal 2024 atau sebelum memasuki bulan Ramadan. Terutama kenaikan harga seperti komoditas beras, telur dan daging hampir di seluruh wilayah Indonesia.
"Dari November atau Desember 2023 lalu harga beras sudah tinggi, tidak bisa dikendalikan pemerintah sampai hari ini," kata Eko dalam diskusi publik oleh Indef, dipantau daring (26/3/2024).
Baca Juga
Ekonom Indef Beberkan Peluang dan Tantangan Ekonomi Nasional Rezim Baru
Disorot oleh ekonom senior tersebut, meskipun pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait telah menyebut sudah memasuki masa panen hingga puncaknya di bulan April mendatang, hingga saat ini disentil Eko harga pangan masih tinggi.
Menurut Eko Listyanto inflasi pangan di tengah momentum musiman seperti mudik dan Lebaran akan menggerus potensi laju konsumsi yang semestinya dapat meningkat pesat. Lebih jauh disebut Eko, hal tersebut merupakan konsekuensi dari ketidakmampuan pemerintah mengendalikan harga pangan.
Selain inflasi pangan, Eko menyebut fenomena mudik hingga lebaran tahun ini menjadi agak laen juga dikarenakan masih berlangsungnya rangkaian pemilihan umum (pemilu) 2024.
Meski KPU telah menetapkan pemenang pemilihan presiden (pilpres) hasil rekapitulasi nasional beberapa waktu lalu, hingga artikel ini diterbitkan masih sedang berlangsung sidang pertama gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2024 yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga
Namun demikian Eko memprakirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2024 masih akan lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2024. Namun jika dibandingkan dengan periode lebaran tahun lalu, Eko memprediksi akan terjadi perlambatan pertumbuhan. Ia memprediksi periode ini pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai sekitar 5,0%.
"Kenapa? Ya karena tadi, tekanan harga sudah dirasakan oleh konsumen, betul mereka akan mudik tetapi ya siap-siap saja uang fitrah tidak sebesar tahun lalu," terang Eko.
Sementara itu rilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Maret 2024 lalu menunjukkan tingkat inflasi month to month (m-to-m) Februari 2024 sebesar 0,37% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Februari 2024 sebesar 0,41%. Kemudian tingkat inflasi y-on-y komponen inti Februari 2024 sebesar 1,68%, inflasi m-to-m sebesar 0,14% dan inflasi y-to-d sebesar 0,34%.

