Sandi Uno Ungkap Alasan Ekspor Produk Ekraf Belum Optimal
JAKARTA, investortrust.id - Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan alasan di balik penurunan nilai ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) sepanjang tahun 2023.
Menurut Sandi, belum optimalnya nilai ekspor produk ekraf sepanjang tahun 2023 disebabkan oleh perlambatan ekonomi global. Selain itu, Sandi berujar belum terdapat diversifikasi di antara produk ekraf yang menjadi komoditi ekspor.
"Selain perlambatan ekonomi di Eropa dan pasar utama kita, bahwa kita belum mendiversifikasi produk-produk ekraf kita yang tujuan ekspor," ungkap Sandi Uno dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi X DPR di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Baca Juga
Berdasar laporan Menparekraf kepada Komisi X DPR, pada tahun 2023 nilai ekspor produk ekraf sebesar US$ 23,96 miliar. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2022 yang mencapai US$ 26,94 miliar.
Sandi mengaku saat ini Kemenparekraf bekerja sama dengan Kemendag tengah fokus menjalankan program Kelas Ekspor. Menurut Sandi, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekspor sekaligus mendorong peningkatan nilai terhadap produk ekraf itu sendiri.
"Baru saja memulai kelas ekspor, kolaborasi dengan Kemendag karena kita melihat bahwa potensi yang sangat besar itu adalah kuliner. Kami berharap dapat menopang fashion dan craft yang selama ini menjadi lokomotif dari nilai produk ekspor dari ekraf kita," ucap Sandi.
Baca Juga
Diminta Presiden, Sandi Uno Bidik 25 Juta Lapangan Kerja Parekraf
Dalam raker bersama Komisi X DPR, Menparekraf Sandi Uno menargetkan nilai ekspor produk ekraf di tahun 2024 mencapai US$ 27,53 miliar. Selain itu, Sandi juga membidik nilai tambah ekraf hingga mencapai Rp 1.347 triliun.

