Devisa Produk Ekraf Capai US$ 17,4 Miliar, Ini Negara Tujuan Ekspor Terbesarnya
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut, devisa ekspor ekonomi kreatif atau ekraf mencapai US$ 17,4 miliar saat ini.
Sandi berharap ketegangan geopolitikal tidak mempengaruhi target pemerintah mencapai target US$ 27 miliar.
Menurutnya Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor ekraf terbesar, yakni senilai US$ 6,03 miliar, disusul Swiss (US$ 1,27 miliar), dan Jepang (US$ 997 juta). Kemudian Singapura (US$ 763 juta), serta China (US$ 721 juta).
"Dan (produk) fashion, kriya dan kuliner yang masih mendominasi. Kinerja ekraf Indonesia kita harapkan akan lebih baik, oleh karena itu jangan ditinggalkan gerakan Bangga Buatan Indonesia," terang Sandi dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin (20/11/2023).
Baca Juga
Gernas BBI Jakarta Catat Transaksi Rp 300 Miliar, Telkom (TLKM) Borong Produk UMKM
Secara rinci dikatakan Sandi, kalau nilai ekspor produk ekraf ada di tingkat US$ 11,8 miliar dan diyakini bergerak terus menuju angka di atas target Kemenparekraf, yakni Rp 1.300 triliun.
Kemudian kata dia, pakar menilai 77% outlook untuk pariwisata dan ekonomi kreatif dalam kondisi yang baik, dan 36% optimistis kondisi Parekraf pada 2024 bisa tumbuh melewati angka sebelum pandemi Covid-19.
Baca Juga
Ashmore AM (AMOR) Tebar Dividen Interim Rp 55,34 Miliar, Cek Jadwal Penting Berikut
"Kedua, nilai tambah ekspor ekonomi kreatif ini walaupun pertumbuhan kita sedikit di bawah 5% tapi nilai tambah ekonomi kreatif ini sangat kuat, dan petumbuhan tertinggi ada di sektor transportasi pergudangan jasa lainnya dan penyediaan akomodasi makan dan minum," beber Sandiaga.
"Per triwulan III 2023 Rp 1.000 triliun telah terlampaui, dan target total adalah Rp 1.279 triliun dan terlihat ini akan tercapai, malah akan ada di atas target," tandasnya. (CR-9)

