Kunjungan Wisman RI Kalah dari Vietnam, Ini Kata Sandi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno buka suara perihal capaian jumlah wisatawan mancanegara (wisman) RI yang tertinggal dari Vietnam di tahun 2023. Sandi mengaku tidak terkejut lantaran Kemenparekraf telah memprediksi hal demikian.
Menurut Sandi, kenaikan signifikan jumlah wisman yang datang ke Indonesia masih akan sulit tercapai, bila tidak didukung dengan interkonektivitas optimal antarwilayah di Indonesia. "Ini misalnya dari segi kapasitas penerbangan dan ketersediaan kursi. Tanpa adanya penambahan penerbangan dan persediaan kursi, karena kita negara kepulauan, ya kita sudah sangat bersyukur mencapai 11,7 juta," ujarnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (26/02/2024).
Khusus untuk Vietnam, Sandi membeberkan, negara tetangga di ASEAN tersebut menerapkan strategi meningkatkan jumlah wisman dengan cara meningkatkan jumlah penerbangan dari beberapa wilayah. Mereka punya maskapai yang sangat aktif.
"Vietnam ini luar biasa penambahan jumlah penerbangannya. Malah, mereka punya maskapai yang sangat aktif. Viet Jet membuka jalur kunjungan kalau tidak salah ada 2 juta wisatawan dari Korea sendiri, dan dari India lebih dari 50 penerbangan per hari," papar Sandi.
Akses Visa Kunjungan
Tidak hanya jumlah penerbangan, Sandi juga mengungkit perihal akses visa kunjungan yang disinyalir menjadi faktor penghambat kenaikan jumlah kedatangan wisman ke RI. Kebebasan visa bagi wisman sejumlah negara masih terganjal.
"Selain jumlah penerbangan dan ketersediaan kursi, kita juga melihat negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia jor-joran dari segi membebaskan visa kunjungan. India sekarang sudah membebaskan visa kunjungan bagi masyarakat kita,"ucapnya.
Namun demikian, Sandi mengaku tetap bersyukur dengan capaian 11,7 juta kunjungan wisman selama tahun 2023. Ia berharap, di tahun 2024, jumlah kedatangan wisman akan terus bertambah, seiring meningkatnya interkonektivitas serta alternatif destinasi baru di Indonesia.
"Jadi, ini beberapa PR yang harus kami lakukan. Tetapi, kami sangat bersyukur bahwa posisi (kunjungan wisman) masih ada di angka 11,7 juta. Jadi persaingan itu memang harus kita hadapi dengan strategi yang jitu. Tetapi, memang kita juga lagi bertransformasi menuju pariwisata yang berkualitas," ujarnya.
Dilansir dari berbagai sumber, Indonesia menempati urutan kelima sebagai destinasi favorit wisman di kawasan ASEAN, dengan jumlah kunjungan 11,7 juta orang. Vietnam di peringkat keempat mengungguli Indonesia, dengan jumlah kunjungan wisman mencapai 12,6 juta.
Sementara itu, di peringkat ketiga adalah Singapura yang menyedot sekitar 13,6 juta kunjungan wisman. Thailand bertengger di urutan kedua dengan 28 juta kunjungan pada 2023. Sedangkan negeri jiran Malaysia menjadi juara destinasi favorit turis asing untuk kawasan ASEAN dengan total jumlah kunjungan wisman sebanyak 29 juta.

