Bulog: 1,6 Juta Ton Stok Beras Dikuasai, Sangat Aman untuk Kebutuhan 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa stok beras yang dikuasai Bulog saat ini ada sebanyak 1,6 juta ton. Jika ditambah dengan stok beras impor yang saat ini dalam perjalanan, maka jumlahnya sangat aman untuk kebutuhan penyaluran di tahun 2024.
Hal ini disampaikan Bayu saat mendampingi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengunjungi kompleks pergudangan modern Perum Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).
Baca Juga
Tengok Mesin RtR Milik Bulog, Wamen Pastikan Mutu Beras Bulog Makin Baik
Sebelumnya dalam sebuah diskusi di Bulog Corporate University Jakarta, Kamis (21/12/2023). Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, pihaknya telah meneken kontrak impor 500 ribu ton beras untuk menjaga stok dan stabilitas pangan pada 2024.
Beras impor itu didatangkan dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. "Kami sudah berkontrak sekitar 500 ribu ton lagi. Masuknya sesuai kebutuhan, waktunya dan di mananya," ucap Bayu.
Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menjelaskan, Bulog diminta pemerintah menambah pengadaan beras karena terdapat sejumlah faktor. Salah satunya penyelenggaraan pemilu pada Februari 2024.
Baca Juga
"Faktor pertama akibat El Nino, panen akan mundur. Faktor kedua, pada Februari kita punya hajatan besar, yaitu pemilu yang didahului Imlek," ujar dia.
Dalam kesempatan mendampingi Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Bayu menyebutkan, sejak diberlakukannya upaya modernisasi Bulog, kualitas beras Perum Bulog sudah dapat dijamin. Selain itu juga penyalurannya pada situasi darurat atau untuk mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan beras dan pangan lainnya bisa terlaksana dengan cepat.
“Kami sudah mempersiapkan dengan sebaik mungkin positioning Perum Bulog sehingga saat ini Bulog sangat siap menjalankan tugasnya sebagai Operator Utama guna menjalankan penugasan pengelolaan pangan dari Pemerintah” kata Bayu.

