Peneliti Universitas Paramadina Prediksi Tidak Ada Kejutan dalam Putusan MK
JAKARTA, investortrust.id - Peneliti senior Paramadina Public Policy Institute (PPPI) Muhammad Ikhsan memprediksi tidak ada kejutan dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Senin (22/4/2024).
“Mungkin nggak ada kejutan ya karena sudah tanggal 21 April. Karena biasanya kan tanggal 1 April kan ada April Mop,” kata Ikhsan saat diskusi yang digelar Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) secara daring, Minggu (21/4/2024).
Ikhsan mengatakan, jika MK mengesahkan, Prabowo Subianto perlu melihat kondisi keuangan negara untuk menjalankan program-program unggulannya, misalnya program makan siang gratis. Ini karena anggaran belanja pemerintah terpusat pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pembayaran utang di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Pemerintah perlu mendesain atau membuat kerangka ekonomi makro untuk APBN 2025,” kata dia.
Baca Juga
Sementara itu, dari sisi kebijakan luar negeri, tantangan akan muncul seiring terpilihnya presiden Amerika Serikat (AS) pada pilpres November mendatang. Bagi AS, Indonesia dianggap sebagai negara yang tidak bisa menentukan pilihan.
“Karena bukan cuma kita. Di kawasan semua juga nggak ada yang menentukan pilihan, kecuali Singapura. Malaysia dan Thailand, semuanya bermain di dua kaki terhadap pilihan Amerika dan China,” kata dia.
Ikhsan melihat kawasan Asia Tenggara menjadi kawasan yang penuh ketidakpastian akibat persaingan AS dan China tersebut. Ketegangan AS dan China itu, dia memprediksi, bakal mencapai puncaknya dua tahun lagi seiring ulang tahun 100 tahun People's Liberation Army (PLA). Ini terjadi karena presiden terpilih Taiwan, Lai Ching-te ingin Taiwan lebih independen dari China.
“Taiwan ingin menunjukkan Taiwanese-nya instead of Chinese-nya. Jadi hal itu akan bisa membuat ketegangan yang sudah empat tahun belakangan ini dirasakan masih akan berlanjut,” kata dia.
Baca Juga
7.783 Polisi Dikerahkan untuk Amankan Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK
Meski demikian, Ikhsan menyebut tiap pergerakannya, China telah memiliki pertimbangan. Ini karena, kata dia, China masih terkendala secara ekonomi.
“Setelah pandemi Covid-19, ekonomi China belum kembali, atau long Covid, sektor manufaktur dan ekspornya belum kembali,” kata dia.

