Muhadjir Nilai Mustahil Bansos Jokowi Berpengaruh pada Hasil Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai tak masuk akal jika kunjungan kerja dan pembagian bantuan sosial (bansos) yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memengaruhi hasil Pemilu 2024. Hal ini mengingat kunjungan kerja dan bansos yang dibagikan Jokowi jumlahnya sangat kecil dibandingkan jumlah pemilih.
"Terlalu muskil kalau hanya 100 kunjungan untuk secara simbolik membagi bansos kemudian itu berpengaruh secara nasional. Itu saya kira doesn't make sense," kata Muhadjir dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di ruang sidang MK, Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga
Pernyataan Muhadjir ini menanggapi pernyataan hakim MK Saldi Isra yang menyoroti rajinnya Jokowi kunker dan bagi-bagi bansos di Jawa Tengah. Muhadjir mengatakan, Jokowi sudah sering kunjungan kerja ke daerah, bahkan jauh sebelum masa kampanye Pilpres 2024.
Muhadjir mengatakan, pola kepemimpinan Jokowi memang selalu turun ke lapangan. Hal ini untuk memastikan kebijakannya berjalan dengan baik.
"Kunjungan Bapak Presiden itu kan bukan sekarang saja. Ya, itu memang salah satu pola kepemimpinan beliau. Saya sangat paham karena saya pernah mendampingi satu periode sama beliau, ketika mendampingi KIP (Kartu Indonesia Pintar) Pak Presiden selalu membagi-bagi KIP ke daerah-daerah. Tujuannya apa? Untuk memastikan bahwa kebijakan beliau memang landed, memang ter-deliver di lapangan," katanya.
Baca Juga
Menko Muhadjir Pastikan Anggaran Perlinsos Rp 496,8 Triliun atas Persetujuan DPR
Selain itu, Muhadjir mengatakan, Jokowi selalu menekankan pentingnya membelanjakan APBN pada awal tahun. Dalam setiap kunjungannya, Jokowi selalu berkunjung ke lima titik. Dicontohkan, Jokowi berkunjung ke 40 titik dan membagikan PKH yang jumlah penerima manfaatnya 10 juta. Dengan estimasi satu titik dihadiri oleh 20.000 warga, Muhadjir menilai mustahil kunker dan bagi-bagi bansos yang dilakukan Jokowi bisa mengubah peta politik dan memengaruhi hasil pemilu.
"Kalau 40 titik itu taruhlah 20.000 (orang) satu titik, berapa? Kan ada 800.000, masa 800.000 di kunjungan beliau bisa memengaruhi seluruh Indonesia? saya belum memilki angka-angka yang jelas, tetapi begini, sepanjang yang saya tahu, Bapak Presiden kalau berkunjung ke lapangan itu tidak hanya satu titik, bisa sampai 5 titik," tutur Muhadjir.

