Harga Beras Melambung, Begini Respons Pengusaha Makanan-Minuman
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman memberikan tanggapan terkait lonjakan harga beras. Pasalnya, hal tersebut juga berpengaruh pada industrinya, yakni untuk industri bihun dan tepung.
Terkait mahalnya harga beras, Adhi Lukman berharap agar pemerintah bisa segera membuat rencana ataupun kebijakan yang tepat untuk segera menurunkan harga bahan pokok tersebut.
"Nah kenaikan harga beras ini saya rasa perlu di-planning lebih baik, supaya pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih tepat," ucapnya kepada Investortrust di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Menurutnya, hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim secara ekstrem yang terjadi saat ini adalah dengan menyiapkan kebutuhan-kebutuhan di sektor pertanian, salah satunya adalah pupuk.
"Di samping itu juga input untuk pertanian di beras ini perlu disiapkan oleh pemerintah, termasuk pupuk, bahan-bahan tambahan untuk lahan pertanian dan sebagainya ini perlu didukung agar lebih kondusif dan murah," terang Adhi.
"Sehingga bisa mendorong petani kita bsia menerapkan lebih efisien lebih produktif, dan tentunya akan mendukung produktivitas sehingga harga beras tidak perlu melonjak setinggi ini," tambahnya.
Adapun diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa stok dari Bulog pada cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dalam kondisi yang aman.
"Kita mau cek sendiri, bahwa kondisi stok beras itu aman," ucap Arief saat meninjau ke PIBC, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).

