Harga Beras Diprediksi Akan Tetap Melambung Tinggi di 2024, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Analis politik kebijakan pangan sekaligus Ketua Komunitas Industri Beras Rakyat (KIBAR) Syaiful Bahari memprediksi harga beras masih terus tinggi, meskipun panen raya akan terjadi pada Maret mendatang.
"Tetap tidak bisa turun dan harga akan terus naik," ucap Syaiful kepada investortrust.id, Selasa (6/2/2024).
Pasalnya, ia memprediksi harga beras akan tetap melambung dikarenakan dalam periode Januari hingga Februari Indonesia defisit sebanyak 2,8 juta ton beras. Selain itu, faktor lainnya adalah mundurnya musim tanam padi oleh petani.
Baca Juga
Sebut RI Defisit Beras 2,8 Juta Ton, Kepala Bapanas Yakin Solusinya Ada saat Panen Raya
"Faktornya adalah mundurnya musim tanam padi oleh petani yang seharusnya di Januari sudah tertanam serentak, tetapi tidak semua petani bisa menanam," terangnya.
Lebih lanjut, menurut Syaiful, apabila terjadi panen raya pada kuartal kedua, yakni Agustus atau September, hal tersebut tidak akan bisa menurunkan harga beras ke depannya.
"Kalaupun ada panen di panen kuartal kedua yaitu Agustus atau September, hasil produksi beras kita tetap tidak akan cukup, sehingga harga beras tidak akan bisa kembali turun," ungkap Syaiful.
Baca Juga
Harga Beras di Tingkat Eceran Meningkat 0,63% pada Januari 2024
"Bahkan harga beras di Januari-Februari terus naik. Apakagi jika impor yang dijanjikan pemerintah meleset, maka harga beras akan terus melambung tinggi," tandasnya.

