Migrant Care Temukan Pelanggaran Pemilu di Luar Negeri, Ada yang Dilakukan Caleg Artis
JAKARTA, investortrust.id - Organisasi sipil untuk kesejahteraan pekerja migran, Migrant Care mencatat sejumlah pelanggaran yang terjadi pada proses pemilihan umum (Pemilu), baik sebelum hari pencoblosan maupun saat hari ‘H’.
Temuan itu diungkapkan Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo dalam konferensi pers Jaga Pemilu, Jaga Suara 2024, Kecurangan Pemilu dan Omong-omong Media, yang diadakan di Jakarta, Sabtu (17/2/2024).
“Misalnya kalau melihat kekacauan menjelang pemilihan atau pemungutan suara tanggal 14 Februari 2024 di Kuala Lumpur, di mana ada ratusan ribu orang coba masuk ke WTC (world trade center), karena sebagian besar mereka tidak terdaftar di DPT,” ujarnya.
Baca Juga
Migrant Care Ancam Laporkan Uya Kuya ke Bawaslu karena Kampanye Saat Pencoblosan
Selain itu, di Hongkong ada 70 warga negara Indonesia (WNI) yang tidak bisa mendapatkan hak pilihnya, karena di sana ada perubahan mekanisme pemungutan dari TPS ke mekanisme POS secara mendadak. Dan ini cukup menimbulkan kericuhan.
“Kami juga menemukan beberapa pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan oleh kontestan pemilu,” kata Wahyu.
Baca Juga
Cara Hitung Perolehan Kursi DPR di Pemilu 2024 dengan Metode Sainte Lague
Lalu, lanjut Wahyu, ada pula pelanggaran pidana Pemilu yang dilakukan salah satu artis yang juga calon legislatif yaitu Uya Kuya. Pada saat hari H pencoblosan, Uya Kuya yang tengah berada di depan World Trade Center (WTC), kemudian melakukan kampanye di depan orang-orang yang Indonesia tengah antre dan melakukan registrasi pemilu.
“Kami akan melaporkan ke Bawaslu, tindak pelanggaran pidana pemilu. Karena melakukan kampanye pada hari H pencoblosan,” terangnya.

