SMRC Ungkap Isu yang Berdampak Buruk terhadap Elektabilitas Anies, Prabowo, dan Ganjar
JAKARTA, investortrust.id - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), membeberkan sejumlah isu yang berdampak buruk terhadap elektabilitas tiga capres di Pilpres 2024.
Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengungkapkan isu dugaan korupsi Formula E berefek negatif terhadap elektabilitas capres nomor urut 1, Anies Baswedan. Isu pemberhentian dari dinas militer akan memengaruhi elektabilitas capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, sedangkan isu pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia membawa dampak terhadap elektabilitas capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
"Isu-isu yang terkait dengan calon presiden memiliki pengaruh pada elektabilitas pasangan calon presiden," kata Saiful dalam program "Bedah Politik bersama Saiful Mujani" episode ”Rekam Jejak dan Elektabiltas Capres” yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Survei SMRC Ungkap Sosialisasi Putusan MK Bisa Merugikan Prabowo-Gibran
Saiful menilai kasus dugaan korupsi Formula E sejauh ini masih didominasi sebagai opini bukan fakta. Sebanyak 75% responden tidak mengetahui isu tersebut atau hanya 25% responden yang mengetahui isu dugaan korupsi Formula E.
Angka itu tidak berbeda jauh dengan survei SMRC pada Maret 2023 dan November 2023. Meski demikian, dari responden yang mengetahui kasus dugaan korupsi Formula E, sebanyak 55% responden yakin korupsi Formula E benar-benar terjadi.
"Angka ini relatif sama dengan survei Maret sebesar 57%. Hanya 35% dari yang tahu tidak yakin korupsi itu terjadi. Dan masih ada 10% yang tidak menjawab," katanya.
Di kalangan responden yang yakin korupsi Formula E benar terjadi, hanya 13% yang memilih Anies-Muhaimin, 35% memilih Ganjar-Mahfud, 45% memilih Prabowo-Gibran, dan 7% tidak tahu. Sedangkan dari kalangan yang tidak yakin, 41% memilih Anies-Muhaimin, 20% Ganjar-Mahfud, 32% Prabowo-Gibran, dan 6% belum menjawab. Untuk itu, Saiful mengatakan, kasus Formula E memiliki pengaruh elektoral.
"Namun, dalam kasus ini yang lebih bersaing adalah Anies dan Prabowo. Jika semakin banyak yang tahu dan yakin kasus korupsi Formula E itu benar terjadi, hal itu akan sangat merugikan Anies-Muhaimin," kata Saiful.
Selanjutnya, Saiful mengatakan, kasus pemberhentian dari kedinasan tentara berdampak buruk terhadap elektabilitas Prabowo. Dipaparkan hanya 38% responden yang tahu pemberhentian Prabowo dari dinas tentara karena dinilai bertanggung jawab atas penculikan aktivis pada 1998, dan sisanya atau 62% tak mengetahui kasus tersebut.
Meski demikian, dari responden yang tahu hal tersebut sebanyak 44% yakin pemberhentian Prabowo dari dinas tentara oleh Presiden BJ Habibie atas rekomendasi DKP itu merupakan keputusan yang benar. Ada 41% tidak yakin dan 15% tidak menjawab.
"Dari 38% yang tahu kasus tersebut, 43,6% yakin keputusan Habibie memberhentikan Prabowo adalah benar," katanya.
Baca Juga
Elektabilitas Capres Makin Tak Masuk Akal, Setara Institute Kritik Lembaga Survei
Dari yang yakin keputusan pemberhentian Prabowo benar, sebanyak 22% memilih Anies-Muhaimin, 40% memilih Ganjar-Mahfud, dan 33% memilih Prabowo-Gibran. Selain itu masih ada 5% yang belum menjawab. Sementara dari 41% yang tidak yakin keputusan itu benar, 22% memilih Anies-Muhaimin, 15% memilih Ganjar-Mahfud, 55% memilih Prabowo-Gibran, dan 7% belum menjawab.
Dengan demikian kasus pemberhentian dari dinas tentara karena kasus penculikan aktivis berdampak negatif terhadap elektabilitas Prabowo.
“Ganjar-Mahfud menang di antara orang yang yakin bahwa keputusan pemberhentian Prabowo itu benar. Namun, di antara yang tidak yakin, Prabowo akan menang satu putaran,” paparnya.
Untuk Ganjar Pranowo, ada isu tentang Piala Dunia U-20 yang dapat berdampak negatif terhadap elektabilitas capres PDIP tersebut. Sebelum peristiwa gagalnya Israel datang ke Indonesia, elektabilitas Ganjar selalu berada di atas. Dari 2021 sampai awal 2023, elektabilitas Ganjar selalu di atas Prabowo dan Anies. Namun setelah peristiwa gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, suara Ganjar jatuh.
"Isu Piala Dunia U-20 tersebut memiliki pengaruh negatif pada elektabilitas Ganjar. Walaupun suaranya pernah beberapa kali kembali naik, tetapi secara umum elektabilitas Ganjar belum pulih seperti sebelum peristiwa bola U-20," katanya.
Dari yang setuju sikap Ganjar menolak kedatangan timnas Israel, yang memilih Anies-Muhaimin 17%, Prabowo-Gibran 41%, dan tidak jawab 7%. Dari yang tidak setuju, 24% memilih Anies-Muhaimin, 14% memilih Ganjar-Mahfud, 55% Prabowo-Gibran, dan masih ada 7% yang tidak menjawab.
Menurut Saiful, semakin banyak yang setuju dengan sikap Ganjar tentang kedatangan tim Israel, peluang satu putaran menjadi kecil. Namun jika semakin banyak yang tidak setuju dengan sikap Ganjar menolak Israel, peluang Prabowo-Gibran menang satu putaran menjadi lebih terbuka.
“Isu bola ini penting, memperlemah Ganjar-Mahfud dan memperkuat Prabowo-Gibran. Anies tidak terlalu terpengaruh dengan kasus ini,” ungkap Saiful.
Baca Juga
Survei Indikator Ungkap Persepsi Publik soal Hubungan Jokowi dengan PDIP
Populasi survei yang digelar pada 29 Oktober hingga 5 November 2023 ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel sebanyak 2.400 responden dipilih secara acak atau stratified multistage random sampling dari populasi tersebut. Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.939 atau 81%. Sebanyak 1. 939 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,3% pada tingkat kepercayaan 95% dengan asumsi simple random sampling.

