Survei Indikator Politik: Elektabilitas Prabowo Naik Setelah Diserang Anies dan Ganjar di Debat
JAKARTA, investortrust.id - Survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam berbagai simulasi meningkat setelah debat ketiga Pilpres 2024 atau debat kedua capres pada 7 Januari 2024. Padahal, dalam debat tersebut, Prabowo diserang capres nomor urut 1, Anies Baswedan dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
Dalam simulasi top of mind, elektabilitas Prabowo Subianto berada di angka 46,4%. Sementara Anies meraih 22,4% dan Ganjar 20,2%. Elektabilitas Prabowo dalam simulasi tersebut naik 5% jika dibandingkan dengan survei sebelumnya pada 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024. Saat itu, Prabowo dipilih oleh 41,4% reseponden.
Sebaliknya elektabilitas Anies turun 0,8% karena sebelumnya berada di angka 23,2%. Penurunan elektabilitas juga dialami Ganjar karena sebelumnya meraih elektabilitas 20,6%.
Baca Juga
Survei Poltracking: Prabowo-Gibran 46,7%, Anies-Cak Imin 26,9%, dan Ganjar-Mahfud 20,6%
Dalam simulasi tiga nama, Prabowo meraih 48% atau naik 2,8% dari survei sebelumnya. Sedangkan Anies meraih 24,1% dari sebelumnya 25,3% atau turun 1,2%. Ganjar juga turun dari 22,5% menjadi 21%.
Fenomena yang sama terjadi saat simulasi tiga pasangan. Dalam survei melalui tatap muka elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 48,6%, Anies-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 24,17%, dan Ganjar-Mahfud MD 21,6%.
Elektabilitas Prabowo naik dari survei sebelumnya sebesar 45,8%. Sebaliknya, Anies-Cak Imin turun 1,3% karena sebelumnya meraih 25,5%. Demikian juga dengan Ganjar-Mahfud yang turun 1,4% dari survei yang lalu.
"Prabowo Subianto hingga sejauh ini dukungannya meningkat dibanding survei sebelumnya, baik pada simulasi spontan, simulasi tiga nama capres, dan simulasi
surat suara foto pasangan capres-cawapres. Sementara dua pesaingnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo cenderung stagnan atau bahkan menurun," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Sabtu (20/1/2024).
Burhanuddin mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor yang membuat elektabilitas Prabowo-Gibran naik, dan di sisi lain, elektabilitas dua pesaingnya turun. Dikatakan, sumber peningkatan suara Prabowo terutama pada kalangan muda, khususnya kelompok Gen Z, yang hingga saat ini makin dominan.
Baca Juga
Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo-Gibran Dekati 1 Putaran
Selain itu, debat juga memberikan pengaruh pada kenaikan elektabilitas Prabowo-Gibran. Meski banyak kalangan menilai Prabowo kalah dalam debat yang mengangkat tema pertahanan dan keamanan itu, masyarakat di akar rumput justru memandang sebaliknya.
"Prabowo tetap diunggulkan dalam debat. Kritik-kritik tajam dari Anies dan Ganjar banyak yang menilai sebagai serangan kepada personal Prabowo, terutama
yang dilontarkan Anies, sehingga audiens lebih bersimpati kepada Prabowo ketimbang Anies dan Ganjar," katanya.
Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 10 Januari hingga 16 Januari 2024. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

