Tak Lolos ke Parlemen, Kader PPP Pertanyakan Peran Mardiono
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempertanyakan pertanggungjawaban Plt. Ketua Umum (Ketum) Mardiono. Hal tersebut seiring dengan posisi PPP yang tidak lolos ambang batas parlemen.
Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta 2014-2019 Maman Firmansyah menyebut hasil pemilu 2024 merupakan capaian terburuk partai berlambang Ka'bah tersebut sepanjang masa.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil keputusan KPU, PPP mendapatkan 5,8 juta suara atau 3,87% dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2024. Angka tersebut di bawah ambang batas 4,0% sebagai persyaratan lolos ke parlemen di Senayan, Jakarta.
Baca Juga
Hasil Pemilu 2024: PDIP Raih Suara Terbanyak, PSI dan PPP Gagal Masuk Senayan
"Hal ini merupakan pencapaian terburuk PPP sepanjang masa," tegas Maman kepada awak media di Jakarta, Sabtu (30/3/2024).
Menurut Maman, keresahan tersebut tidak hanya dimiliki oleh kader PPP di DKI Jakarta melainkan hampir seluruh nasional.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta 2012-2017 tersebut juga menyoroti janji Mardiono ketika di awal kepemimpinan.
"Mardiono menyatakan siap berkorban jiwa raga, siap menjual aset demi PPP tapi hanya omong kosong," keluh Maman.
Baca Juga
Lebih lanjut, Maman mendorong agar pimpinan partai segera menyelenggarakan Muktamar untuk memilih ketua umum selanjutnya.
"Kami meminta percepatan Muktamar demi tegaknya disiplin organisasi," ucap Maman.
Selain itu, ia juga berharap agar gugatan PPP terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dapat dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Diketahui, saat ini PPP tengah mengajukan gugatan PHPU di 18 provinsi.

