Ratusan Tokoh Dirikan JagaPemilu untuk Pastikan Pemilu 2024 Berjalan Jurdil
JAKARTA, investortrust.id - Ratusan tokoh nasional yang terdiri dari pegiat pemilu, aktivis, akademisi, mahasiswa, dan lainnya mendirikan gerakan Jaga Pemilu untuk mengawasi dan memastikan Pemilu 2024 berjalan demokratis, jujur, adil, terbuka, dartisipatif.
"Nilai-nilai prinsip JagaPemilu adalah independrn, imparsial, dan non-partisipan," kata salah seorang inisiator JagaPemilu, Erry Riyana Hardjapamekas dalam deklarasi gerakan JagaPemilu di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (21/11/2023).
Baca Juga
Jelang Akhir Tahun dan Pemilu, Trimegah Jagokan Lima Saham Konsumer Ini
Erry yang merupakan mantan komisioner KPK menyatakan, gerakan JagaPemilu didirikan karena situasi politik dan hukum Indonesia yang kian memprihatinkan. Salah satunya tercermin dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi usia capres-cawapres. Belakangan, Majelis Kehormatan MK (MKMK) memecat Anwar Usman sebagai ketua MK karena melakukan pelanggaran etik berat terkait putusan tersebut.
"Keberlangsungan demokrasi Indonesia ke depan, khususnya pada
penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang, menjadi pertaruhan besar bagi bangsa ini," katanya.
Dalam manifestonya, JagaPemilu menyatakan gerakan ini untuk memperkuat kesadaran dan pemahaman hak-hak politik warga, meningkatkan pengawasan atas proses tahapan Pemilu, meningkatkan partisipasi politik warga melalui
platform digital.
JagaPemilu juga berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap elemen kunci kepemiluan, yakni penyelenggara pemilu, peserta pemilu baik partai politik, capres-cawapres maupun caleg, dan juga
Pemilih melaksanakan fungsi masing-masing secara berintegritas dan menjauhkan diri dari niat untuk menyimpangkan proses pemilu.
"Kami percaya bahwa setiap orang memiliki hak dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam pemilu. JagaPemilu hadir untuk mendukung upaya warga negara dalam memastikan Pemilu 2024 berlangsung secara demokratis dan berintegritas," kata Erry.
Sejauh ini, terdapat sekitar 140 tokoh yang bergabung dengan gerakan ini. Inisiator awal gerakan ini, di antaranya Erry Riyana Hardjapamekas, Luky Djani, Natalia Soebagjo, Metta Dharmasaputra, Ririn Sefsani, Titi Anggraini, Sulistyowati Irianto, Airlangga Pribadi, Wahyu Susilo, Rusdi Marpaung, Hadar Gumay, Arief Budiman, dan Ray Rangkuti bersepakat menggagas gerakan untuk pendidikan politik populer dan pemantauan pemilu seperti pada tahun 1997 dan 1999 saat akhir masa Orba dan awal reformasi.
Baca Juga
10 Hari Jelang Kampanye Pemilu 2024, Penjualan Atribut Pemilu Masih Lesu
Sebagai langkah awal, JagaPemilu akan fokus pada pemantauan proses kampanye dan tahapan-tahapan pemilu lainnya. Gerakan ini juga akan melakukan pendidikan politik populer untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga negara tentang pemilu.
"Kami mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bergabung dengan JagaPemilu. Mari kita bersama-sama menjaga pemilu agar berjalan secara demokratis, jujur, adil, terbuka dan partisipatif," kata Luky Djani, inisiator JagaPemilu lainnya
Gerakan JagaPemilu menghimpun segenap relawan dengan menggunakan teknologi digital berupa platform pemantauan yang menjamin validitas dan kredibilitas data yang terkumpul. Temuan pelanggaran, penyimpangan kekuasaan, dan ketidaknetralan aparat dikurasi dengan metodologi pemantauan sesuai standar internasional.
"Seluruh warga negara Indonesia yang ingin proses tahapan pemilu berlangsung secara demokratis, jurdil, dan damai dapat berpartisipasi dalam gerakan ini. Untuk berpartisipasi menjadi relawan, siapa pun bisa mendaftar melalui tautan bit.ly/VolunteerJagaPemiluJujurAdil," paparnya.
