Dear Para Capres, Literasi Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Bahkan Terseok-seok
JAKARTA, Investortrust.id - Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menyebutkan bahwa tingkat literasi dan numerasi pada pendidikan di tanah air hingga kini masih dalam kondisi yang kurang baik.
Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2023, perkembangan literasi di tanah air masih sangat buruk. Bahkan berada di bawah negara-negara ASEAN.
“Posisi kita masih terseok-seok di negara yang masuk dengan skor yang terendah gitu kan dari 80 negara yang di-assessment di internasional, kita termasuk nomor 11 artinya itu kita ketinggalan jauh dengan negara-negara ASEAN,” ucapnya kepada Investortrust, Sabtu (3/2/2024).
Lebih lanjut, Ubaid menyebutkan peringkat literasi di Indonesia masih berada di bawah Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan bahkan Brunei Darussalam.
Baca Juga
Tantangan Besar Pendidikan yang Perlu Disoroti Capres di Debat Terakhir
“Ini belum ngomong hal-hal yang pengetahuan yang tinggi-tinggi soal literasi, numerasi dan sains, itu kita masih terseok-seok di papan bawah gitu ya,” ungkap Ubaid.
Maka dari itu, ia pun mempertanyakan kepada calon pemimpin negara selanjutnnya untuk memperbaiki masalah literasi. Terlebih lagi teruntuk calon presiden (capres) 2024 yang akan beradu gagasan pada debat terakhir 4 Februari nanti.
Menurutnya, masing-masing capres hingga saat ini belum memperlihatkan terobosan atau inovasi-inovasi yang bisa memajukan pendidikan Indonesia, dan tidak menyelesaikan masalah dasar dari kebutuhan pendidikan di tanah air.
“Apa terobosan dari masing-masing kandidat untuk meningkatkan skill yang sangat dasar ini soal literasi, numerasi, sains gitu, ya paling tindak kita naik lah, naik di level standar dunia gitu, jangan di papan bawah,” terangnya.
“Skor kita hari ini itu kan belum naik-naik, masih di bawah standar dunia. Ini kita sudah ketinggalan sama tetangga-tetangga kita, yang bahkan Singapura itu di atas ya, di atas rata-rata dunia,” tandas Ubaid.
Baca Juga
Jelang Debat Capres, Pengusaha Ungkap Persoalan Rendahnya Produktivitas Pekerja

