TPN Ganjar-Mahfud Mulai Kumpulkan Bukti Kecurangan Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mulai mengumpulkan berbagai bukti dugaan kecurangan terkait penyelenggaraan Pilpres 2024. Hal ini dilakukan TPN Ganjar-Mahfud untuk mengantisipasi jika nantinya menggugat hasil penghitungan suara ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kalau at the end (pada akhirnya) kami mesti ke MK, sengketa ini harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi, kami butuh bukti-bukti," kata Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis dikutip dari Antara, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga
Andika Perkasa: Ganjar Siap Jalani Debat Capres soal Pertahanan dan Geopolitik
Menurut Todung, sudah banyak dugaan pelanggaran yang terjadi secara terencana. Beberapa di antaranya pembagian surat suara di luar jadwal di Taiwan dan simulasi surat suara berisi dua pasangan calon.
"Belum lagi, kita ngomong soal pertemuan kepala desa, kita ngomong soal politisasi bansos (bantuan sosial). Semua itu harus dikumpulkan untuk menjadi bukti-bukti bahwa telah terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif," jelas Todung.
Todunng mengatakan, TPN Ganjar-Mahfud harus mempersiapkan banyak data dan bukti jika nantinya memutuskan menggugat hasil Pemilu 2024 ke MK. Tanpa data yang banyak dan bukti yang lengkap guatan ke MK akan sia-sia.
"Kalau kami tidak datang dengan data, bukti lengkap maka kami justru tidak ada gunanya datang ke sana (MK)," katanya.
Baca Juga
Dengan data dan bukti yang kuat, hakim konstitusi akan lebih hati-hati dalam mengambil keputusan. Todung mengingatkan masa kampanye Pemilu 2024, yang berlangsung kurang dari 40 hari lagi, membuat TPN Ganjar-Mahfud harus semakin giat dalam memenangkan Pilpres 2024. Dengan demikian, TPN Ganjar-Mahfud tidak akan mengajukan gugatan sengketa pemilu ke MK.
"Saya pribadi percaya bahwa kemenangan itu sebetulnya ada di lapangan, ada di TPS (tempat pemungutan suara). Itulah kemenangan yang kami bisa dapatkan. MK itu jalan terakhir yang kami akan tempuh, tetapi buat saya, kami mesti siap," ujar Todung.

