Bulog Optimitis Harga Beras saat Ramadan dan Lebaran Bakal Turun, Ini Alasannya!
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi optimistis harga beras akan turun pada saat Ramadan dan juga Lebaran. Ia pun mengungkapkan sejumlah faktor-faktor yang bisa membuat harga bahan pokok itu terkendali.
Pertama, masa panen raya diprediksi akan terjadi pada Maret hingga pertengahan Mei. Bahkan di sejumlah wilayah, seperti Kendal, Sragen, Demak, Indramayu hingga Sulawesi Selatan sudah mulai terjadi panen.
"Kendal, Sragen, Demak, Indramayu, Oku di Sulawesi Selatan semua sudah mulai panen dan barangnya mulai banyak," ucapnya dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Selain itu, Bayu juga meyebutkan ketersediaan beras di Pasar Induk Johar, Karawang sangat melimpah. Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur.
Baca Juga
Harga Beras Melambung, Begini Respons Pengusaha Makanan-Minuman
"Di PIBC itu stoknya banyak, mungkin pergerakannya belum secepat yang kita inginkan tapi paling enggak stoknya sudah ada," ungkap Bayu.
"Jadi rasanya sih cukup optimistis bahwa minggu-minggu ke depan ini, pada waktu kita memasuki bulan ramadan dan kita menjelang lebaran itu harga beras akan terkendali," terangnya.
Adapun untuk stok beras yang dikuasai Bulog, Bayu menyebutkan hingga kini tersedia sebanyak 1,3 juta ton. Di tambah lagi, setiap minggunya, beras yang akan masuk ke Bulog ada hampir 30 ribu ton.
"Setiap minggu Bulog masih akajn masuk beras, mungkin kira-kira hampir 30 ribuan ton setiap minggu masuk. Jadi sambil keluar untuk bantuan pangan dan SPHP, stok kita akan terjaga," tandas Bayu.
