Mentan: Harga Beras Saat Ramadan dan Idulfitri Bakal Turun, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan beras pada Maret, April, dan Mei mendatang dalam kondisi aman. Artinya, masyarakat tak perlu khawatir akan kekurangan beras pada bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri nanti.
Mentan Amran mengatakan, kepastian ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait panen raya petani yang berlangsung pada Februari dan Maret tahun ini.
Baca Juga
Harap Bersabar, Aprindo Prediksi Harga Beras Akan Turun Akhir Maret
"Insyaallah sesuai data BPS, kebutuhan beras kita untuk Maret April dan Mei dalam kondisi aman. Untuk kebutuhan Juni, kita bisa menghitung dari pertanaman sekarang (Maret)," ucap Mentan dalam keterangan tertulis, Senin (11/3/2024).
Menurut Mentan, pertanaman sedikitnya 1 juta ha harus disiapkan mulai dari sekarang, terutama untuk mengamankan stok beras dalam tiga bulan ke depan, dengan rincian masing-masing 1 juta ha pada Maret, April, dan Mei.
"Kita harus menanam minimal 1 juta ha per bulan. Kalau 1 juta ha per bulan berarti produksinya bisa 3 juta sampai 3,5 juta ton. Sedangkan kebutuhan kita hanya 2,5 juta ton. Artinya beras kita surplus," tegas Amran.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan HET Beras Tidak Naik Walau Harga Beras Melonjak
Mentan menambahkan, produksi yang melimpah tahun ini akan memberi pengaruh besar pada penurunan harga beras di pasaran. Meski demikian, ia berharap penurunan tersebut tidak terjadi pada hasil panen raya gabah petani.
"Pada Maret harga beras pasti turun. Aku pastikan turun. Kalau ada yang bilang beras mahal, hari ini sudah turun, aku pastikan turun. Harga beras selama Ramadan aman (tidak bergejolak), Idulfitri aman, lewat dua bulan Idulfitri masih aman. Nah, kalau Juni, kita mesti lihat tanam hari ini," tandas dia.
