380.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu, Bakal Diolah dan Dilelang Jadi Tepung Beras
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan melelang sekitar 380.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung beras. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi beras sekaligus mengoptimalkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengatakan, stok beras tersebut telah tersimpan cukup lama di gudang Bulog sehingga sebagian mengalami penurunan mutu. Namun, beras tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri tepung beras.
"Kebetulan kita ada stok lebih kurang 380.000 ton, sesuai dengan arahan Pak Menko tadi dan kesepakatan rapat rakortas disepakati bahwa akan diberikan kebijakan hilirisasi beras yaitu menjadi tepung beras," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, beras yang akan dilelang tersebut memiliki usia simpan rata-rata di atas 10 bulan, dan sebagian stok telah berusia lebih dari satu tahun. Kondisi tersebut justru dinilai sesuai untuk kebutuhan industri tepung beras yang harus disimpan selama usia tertentu agar karakteristik beras sesuai dengan kebutuhan pengolahan.
Baca Juga
Dukung Swasembada, Bapanas Akan Optimalkan Serapan dan Kualitas Beras Dalam Negeri
"Rata-rata di atas 10 (bulan) lah bahkan. Paling lama sudah setahun, ada yang setahun tiga bulan," ungkap Menko Pangan Zulhas.
Dalam kebijakan tersebut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menjelaskan bahwa sekitar 380.000 ton beras akan dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Pemerintah menetapkan harga minimum lelang sebesar Rp11.000 per kilogram.
"Jadi dilelang di KPKNL dengan harga minimal Rp11.000 yang dilepas dari pemerintah. Nanti hasil lelang siapa pemenang lelang itu yang bisa memenangkan hasil lelangnya," terang Menko Pangan Zulhas.
