Capres Ditantang Atasi Ancaman AI terhadap Pekerjaan Manusia
JAKARTA, investortrust.id – Tingginya angka pengangguran masih menjadi persoalan di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa pengangguran mencapai 7,86 juta orang per Agustus 2023.
Sementara itu, analisa dari IMF (International Monetary Fund) menyebutkan bahwa hampir 40% dari pekerjaan akan digantikan oleh artificial intelligence (AI) atau mesin berbasis kecerdasan buatan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, di tengah masalah tingginya tingkat pengangguran.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin, Sarman Simanjorang punya perspektif berbeda tentang teknologi berbasis AI. Menurut dia AI justru mempermudah angkatan kerja untuk memperoleh pekerjaan. Bahkan, pekerja dapat bekerja di 2-3 perusahaan sekaligus.
Baca Juga
Investasi Masuk, Pemda Didorong Proaktif agar Tenaga Kerja Daerah Terserap
“Saat ini saya melihat anak-anak muda kita sudah banyak yang tidak lagi bekerja di satu tempat. Mereka bisa bekerja di 3-4 perusahaan sekaligus,” ungkap Sarman pada Investortrust.id, Jumat (02/02/2024).
Pendapat ini diungkap Sarman jelang debat calon presiden (capres) kelima yang akan diselenggarakan pada Minggu, 4 Februari 2024. Pada debat terakhir ini, para capres akan mengadu gagasan mengenai kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
Lebih lanjut, berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi, maka masyarakat Indonesia juga harus mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha bagi anak muda dengan berbagai pelayanan dan jasa.
Baca Juga
Krisis Regenerasi Sektor Pertanian Harus Jadi Perhatian Serius Para Capres
Lebih lanjut, Ekonom BCA David E Sumual juga mengungkapkan bahwa adopsi AI akan berdampak positif bagi struktur tenaga kerja di Indonesia, mengingat penggunaan AI dapat mengurangi jam kerja repetitive agar pekerja memiliki peluang untuk memanfaatkan waktu dengan melakukan kegiatan lain, termasuk bekerja di tempat lain.
“Dengan demikian, supply tenaga kerja terampil Indonesia dapat meningkat, walaupun penciptaan lapangan kerja yang membutuhkan human-input tinggi akan menjadi semakin krusial,” jelasnya.

