Ditantang Buka-bukaan Data, Prabowo: Oh Tidak Bisa!
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto ditantang untuk membantah dan buka-bukaan data yang disajikan capres nomor urut 1, Anies Baswedan dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
Ganjar merasa terpantik karena Prabowo membantah data yang dia sajikan. Saat Prabowo memberi penjelasan, Ganjar meminta bantahan data itu disajikan segera di hadapan publik.
“Saya butuh hari ini, Pak,” kata Ganjar, saat debat ketiga capres, Minggu (7/1/2024).
Begitu mendengar jawaban tersebut, Prabowo kembali membantah permintaan Ganjar. “Oh tidak bisa. Saya tidak dikasih waktu. Anda tidak fair. Anda minta saya kasih penjelasan yang begitu rumit, tapi waktu saya terbatas. Oh, saya transparan,” kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Banyak Rencananya yang Tak Disetujui Sri Mulyani
Salah satu data yang menjadi pembahasan yaitu tak tercapainya Minimum Essential Force (MEF) 2023 yang hanya 65,49% dari target 79%. Ganjar mengatakan target ini harus dikejar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dipimpin Prabowo pada akhir 2024 nanti.
Anies juga Tagih Data
Selain Ganjar, sosok Anies Baswedan juga menagih data yang menurut Prabowo benar. Aksi menagih data ini muncul karena Prabowo berkali-kali membantah data yang disajikan Anies.
“Bila ada faktanya keliru, tunjukkan. Kalau bapak tidak menunjukkan berarti datanya benar, inilah kenyataan di lapangan,” kata Anies menantang.
Baca Juga
Ganjar Beri Nilai 5 atas Kinerja Prabowo sebagai Menhan, Anies: 11 dari 100
Bantahan Prabowo, walau tanpa membuka data, disampaikan berulang kali. Dia menyebut, data mengenai tema pertahanan yang dibawa Anies dan Ganjar merupakan data yang tak tepat.
“Data-data yang bapak pegang adalah keliru dan juga Pak Ganjar juga tadi banyak kelirunya. Saya sangat transparan dan semua partai yang mengusung Bapak Profesor Anis mendukung APBN berarti mendukung program saya, termasuk PDIP di Komisi I,” kata Prabowo,
Meski diberi ruang untuk menjawab, Prabowo berkali-kali tak membuka data kegiatan pertahanan selama dia menjadi Menteri Pertahanan. Bahkan saat rapat di DPR RI, dia mengaku telah mencoba terbuka.
Baca Juga
Ini Strategi Anies Baswedan Dukung Pertumbuhan Ekonomi lewat Budaya Nusantara
“Jadi saya mengundang kita bicara terbuka silakan. Tapi saya ingatkan, Bapak (Anies) cinta atau tidak dengan negara ini? Masa kita mau buka semua kekurangan kita, semua masalah kita, kita buka di depan umum. Apakah itu pantas di negara yang baik? Di negara maju masalah rahasia ada Profesor, jadi bohong tidak minta tertutup, saya terbuka Komisi DPR terbuka,” kata dia.

