Menteri Desa PDTT Janji Penyerapan Anggaran 2023 Capai 98,89%
JAKARTA, investortrust.id– Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memaparkan realisasi anggaran TA 2023 per 31 Oktober sebesar 67,17% atau Rp2,15 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp3,2 triliun. Nilai tersebut naik 0,21% (year-on-year/yoy) dari periode sebelumnya yaitu 66,96%.
“Kinerja serapan anggaran 67,17% per 31 Oktober 2023, sedangkan perbandingan kinerja serapan anggaran di Oktober 2022 yang sebesar 66,96%, periode ini lebih tinggi 0,21%,” tutur Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Sementara itu, pagu anggaran Kemen PDTT tahun 2024 dilaporkan sebesar Rp2,7 triliun, turun sekitar 500 miliat dibanding anggaran 2023 sebesar Rp 3,2 triliun. “Alokasi anggaran Kemendes PDTT TA 2024 sebesar Rp2,7 triliun, jadi ini agak turun dari pagu anggaran TA 2023,” ungkap Menteri Desa PDTT yang akrab disapa Gus Halim.
Baca Juga
APBN Mulai Defisit Rp 0,7 Triliun Oktober 2023, Belanja Terkontraksi
Abdul Halim berjanji penyerapan anggaran Kemendes PDTT sampai dengan akhir tahun mencapai 98,89%. “Kami berani memproyeksikan pada akhir tahun 2023 penyerapan akan sampai 98,89%,” ujar Abdul Halim.
Dasar optimisme karena pada 27 November 2023 ada realisasi penyaluran untuk Desa Wisata pada 140 lokasi. Tahap pertama penyaluran sekitar 70%. Sedangkan penyaluran untuk 106 lokasi sudah masuk tahap II sebesar 30%. “Sedangkan untuk BUMDes itu tinggal 405 lokasi yang masih proses dalam berkas usulan,” kata Gus Halim.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menyatakan apresiasinya terhadap komitmen pembangunan desa melalui Kemendes PDTT. Pagu anggaran kementerian ini pun selalu turun.
“Anggaran Kemendes PDTT bukannya naik malah turun terus, seperti anak tiri. Padahal pembangunan negara itu berawal dari Desa,” pungkas Ridwan. (CR-3)
Baca Juga
Menkeu Pamerkan Fiskal/APBN RI yang 'Prudent' di University of California Berkeley

