KPK Hanya Gelar 8 OTT Selama 2023, Berikut Daftar Koruptor yang Ditangkap
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menggelar delapan operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang 2023. Jumlah OTT KPK tahun ini turun dibanding tahun lalu yang berjumlah 10 kali.
“Dalam penanganan tersebut di antaranya KPK melakukan delapan giat tangkap tangan,” kata Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers kinerja KPK 2023 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Nawawi memerinci delapan OTT KPK tersebut. Berikut penyelenggara negara yang dibekuk KPK sepanjang 2023 melalui OTT:
1. Bupati Kepulauan Meranti
KPK pertama kali menggelar OTT perdana di tahun 2023 pada 6 April 2023. Saat itu, tim satgas KPK membekuk Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, Kepala BPKAD Pemkab Kepulauan Meranti Fitria Ningsih, dan Pemeriksa Muda BPK Perwakilan Riau M Fahmi Aressa.
KPK menjerat Adil sebagai tersangka atas tiga kasus. Pertama, kasus pemotongan anggaran seolah-olah sebagai utang kepada penyelenggara negara atau yang mewakilinya tahun 2022 sampai 2023.
Baca Juga
Mahfud Ingin Ganti Nama KPK, Nawawi: Baiknya Sebelum Jadi Cawapres
Kedua, dugaan korupsi penerimaan fee dari jasa travel umrah. Ketiga, kasus dugaan suap pengondisian pemeriksaan keuangan pada 2022 di Pemkab Kepulauan Meranti.
2. Pejabat DJKA Kemenhub
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 11 April 2023, tim satgas KPK kembali menggelar OTT dan menangkap Direktur Prasarana Perkeretapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) Harno Trimadi terkait kasus suap proyek jalur kereta api di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa-Sumatera.
Tak hanya Harno, dalam kasus ini, KPK juga menjerat PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) Bernard Hasibuan, Kepala BTP Jabagteng Putu Sumarjaya, PPK BPKA Sulsel Achmad Affandi, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jabagbar Syntho Pirjani Hutabarat.
Kemudian, Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto, Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma Muchamad Hikmat, serta Yoseph Ibrahim selaku Direktur PT KA Manajemen Properti sampai dengan Februari 2023, dan Parjono selaku VP PT KA Manajemen Properti.
3. Wali Kota Bandung
Tak berselang lama, pada 16 April 2023, tim satgas KPK menangkap Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terkait suap proyek Bandung smart city. KPK juga menjerat Kepala Dinas Perhubungan Bandung Dadang Darmawan, Sekretaris Dishub Bandung Khairul Rijal, Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (PT SMA) Benny, Manager PT SMA Andreas Guntoro, dan CEO PT Citra Jelajah Informatika (PT CIFO) Sony Setiadi.
4. Kepala Basarnas
KPK sempat puasa menggelar OTT selama tiga bulan. Tim satgas KPK kembali beraksi pada 25 Juli 2023 dengan menangkap Kepala Basarnas Laksdya Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Afri Budi Cahyanto.
Baca Juga
KPK Klaim Selamatkan Rp 525,4 Miliar Uang Negara Sepanjang 2023
Selain keduanya, KPK juga menjerat Komisaris Utama PT Multi Gtafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan, Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati Marilya, Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil.
5. Bupati Sorong
KPK kembali puasa OTT selama tiga bulan. OTT kelima KPK di 2023 terjadi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Saat itu, KPK menangkap Bupati Sorong Yan Piet Mosso terkait kasus suap pemeriksaan BPK di Pemkab Sorong.
Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong Efer Sigidifat, Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle, Kepala Perwakilan BPK Papua Barat Daya Patrice Lumumba Sihombing, Kasubaud BPK Provinsi Papua Barat Daya Abu Hanifa, dan Ketua Tim Pemeriksa David Patasaung sebagai tersangka.
6. Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso
Beberapa hari kemudian tepatnya 16 November 2023, tim Satgas KPK menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Puji Triasmoro dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bondowoso, Alexander Kristian Diliyanto Silaen.
Selain kedua jaksa itu, KPK juga menangkap dua pengendali CV Wijaya Gemilang, Yossy S Setiawan dan Andhika Imam Wijaya. Mereka ditetapkan sebagai tersangka suap penanganan perkara di Kejari Bondowoso.
7. Kepala BBPJN Kalimantan Timur
OTT berikutnya yang dilakukan KPK terjadi pada 24 November 2023 terkait proyek jalan di Kalimantan Timur. Saat itu, KPK menjerat Kepala Satuan Kerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) tipe B, Rahmat Fadjar, Riado Sinaga selaku PPK Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Kaltim, Abdul Nanang Ramis selaku pemilik PT Fajar Pasir Lestari, Hendra Sugiarto selaku staf PT Fajar Pasir Lestari dan Nono Mulyatno selaku Direktur CV Bajasari
8. Gubernur Maluku Utara
OTT terakhir yang dilakukan KPK di 2023 menyasar Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba pada 18 Desember 2023. Abdul Gani Kasuba kemudian ditetapkan sebagai tersangka suap proyek dan perizinan.
Tak hanya Abdul Gani Kasuba, KPK juga menjerat enam orang lainnya sebagai tersangka terkait kasus tersebut. Mereka yakni, Kadis Perumahan dan Pemukiman Maluku Utara Adnan Hasanudin, Kadis PUPR Daud Ismail, dan Kepala BPPBJ Ridwan Arsan. Kemudian, Ramadhan Ibrahim yang merupakan ajudan Abdul Gani Kasuba, serta dua orang swasta bernama Stevi Thomas dan Kristian Wuisan.

