Menparekraf Ajak Pengusaha Hotel Bayar THR Pegawai Lebih Awal
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengajak para pengusaha hotel dan restoran untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) para pegawainya lebih awal.
"Saya ada titipan tadi dari para pekerja, bapak/ibu sekalian, bahwa jika memungkinkan maka para pemilik hotel di sini bisa mempertimbangkan untuk membayar THR-nya di muka," kata Sandiaga saat mengikuti buka bersama yang digelar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Sandiaga menyebut pemberian THR lebih awal untuk karyawan begitu penting untuk perekonomian. Sebab, perekonomian Indonesia digerakkan oleh konsumsi.
"Dan saat bulan suci Ramadan itu konsumsi sangat meningkat," kata dia.
Sebagai mitra pemerintah, kata Sandi, PHRI diharapkan juga dapat membantu mengembangkan sektor pariwisata yang pada 2023 sudah bangkit. Sehingga, kunjungan wisatawan mancanegara naik luar biasa.
Baca Juga
Menparekraf: 'Green Tourism' dan Keberlanjutan Jadi Konsep Pariwisata di IKN
"Pergerakan wisatawan Nusantara juga meningkat di atas Covid-19. Angka sebelum Covid, pada 2019 telah terlampaui dan jumlah devisa pariwisata US$ 14 miliar bisa tercapai," ujar dia
Sandi mengatakan, pada tahun ini ditargetlan wisatawan yang berkunjung dapat ditingkatkan kembali menjadi 14,3 juta wisatawan dan berkontribusi terhadap PDB di angka 4,5 persen.
"Jadi bapak/ibu PHRI di sini bertanggung jawab terhadap penciptaan lapangan kerja sampai dengan total hampir 24,5 juta jiwa," ucap dia.
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani yakin dapat membayarkan THR kepada karyawan tepat waktu. Dia mengatakan perusahaan hotel dan restoran bakal mengikuti regulasi pemerintah mengenai pemberian THR.
"Pemerintah nanti mau memutuskannya seperti apa. Karena mas menteri mintanya lebih awal, nanti kita mengikuti sarannya mas menteri," kata Hariyadi.
Dia tak mempermasalahkan pemberian THR di awal Ramadan. Sebab, industri hotel dan restoran telah mengalami pemulihan dari waktu ke waktu.
"Insyaallah kita lebih bisa mengatur cash flow-nya. Harapan lebih awal akan kita berikan, insyaallah bisa," ucap dia.

