KPK Telaah Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menelaah program makan siang gratis yang menjadi andalan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Ketua sementara KPK, Nawawi Pomolango mengatakan, salah satu tugas lembaga antikorupsi adalah memantau pelaksanaan program oleh pemerintah pusat maupun daerah. Dari telaah yang dilakukan, KPK akan memberikan rekomendasi untuk menutup celah korupsi, termasuk dalam pelaksanaan program makan siang gratis.
"Segala sesuatu produk, karena salah satu tugas daripada KPK adalah monitoring terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah," kata Nawawi, Kamis (29/2/2024).
Baca Juga
Jokowi Bantah Sidang Kabinet Bahas Program Makan Siang Gratis Prabowo
Nawawi mengatakan, segala kebijakan pemerintah menjadi objek penelahaan KPK. Telaah ini dilakukan untuk memperbaiki jika ada kekurangan dalam program tersebut.
"Segala kebijakan itu tetap menjadi bagian yg kita lakukan telaah apakah sudah pas ataukah KPK perlu menyampaikan rekomendasi-rekomendasi barangkali yang dalam upaya perbaikan," katanya.
Diketahui, Prabowo-Gibran meraih suara tertinggi berdasarkan quick count berbagai lembaga dan real count KPU sejauh ini. Dengan hasil ini, Prabowo-Gibran kemungkinan besar akan menjadi presiden-wakil presiden periode 2024-2029.
Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut salah satu yang dibahas dalam sidang kabinet paripurna adalah program makan siang gratis yang merupakan program andalan Prabowo-Gibran. Meski demikian, Bahlil mengatakan, pembahasan mengenai program tersebut masih dalam tahap awal.
"Tadi dibahas RKP, ini baru rapat awal saja. Membahas program-program prioritas Prabowo termasuk di dalamnya adalah makan siang (gratis) tahap awal," kata Bahlil, Senin (25/2/2024).
Baca Juga
Dikatakan, pembahasan RKP 2025 dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025 harus mengakomodasi program-program presiden terpilih ke depan. Bahlil mengatakan pembahasan program makan siang gratis dalam RKP 2025 untuk mengantisipasi dan sebagai asumsi APBN 2025. Hal ini mengingat quick count berbagai lembaga dan real count KPU sejauh ini menunjukkan Prabowo-Gibran unggul.
Menurut Bahlil, pembahasan program makan siang gratis dalam RKP 2025 tidak mendahului KPU karena hal itu hanya sebagai langkah antisipasi, simulasi, dan rancangan saja.
"Ini hanya rancangan, simulasi saja, tahap awal kan boleh-boleh saja," terangnya.

