Soroti Sektor Media, Dato' Sri Tahir Berkomitmen Dongkrak Jurnalistik Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Founder & Chief Executive Officer (CEO) Mayapada Group, Dato' Sri Tahir buka suara soal komitmennya mendongkrak ekosistem jurnalisme di Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam gelaran dari A Day with Dato' Sri Tahir: Mimpi Sang Filantrofis Indonesia, di Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Dato' Sri Tahir menekankan pentingnya menguatkan sinergi bersama dengan sejumlah pemimpin redaksi (pemred) media terkemuka untuk saling membahu mencari jalan terbaik bagi perkembangan dunia jurnalis Tanah Air. Salah satu gagasan yang tercetus adalah menghadirkan beasiswa unggulan bagi jurnalis dari Indonesia.
Baca Juga
Tahirmenawarkan kepada pemred untuk bekerja sama memberikan kesempatan bagi jurnalis-jurnalis muda terbaik mendapatkan ilmu lebih tinggi dengan berkuliah di universitas terkemuka di luar negeri, seperti UC Berkeley, Yale University, Massachusetts Institute of Technology, hingga National University of Singapore.
“Kalau saya didukung oleh segenap pemred, kita bisa formalize-kan. Kita bikin program tiga bulan atau enam bulan, tergantung konsesus. Kita tutup biaya hidupnya, biaya sekolahnya. Lebih baik formal,” ujar Tahir yangdianugerahi gelar kehormatanDato' SriolehSultan Pahangkarena jasa-jasanya menyelesaikankonflik antarperusahaan di Malaysia.
Pengusaha kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952 yang mengaku merasa lebih nyamanbergaul dengan orang-orang tak berpunyaketimbangdengan orang-orang kaya itu berharap program ini mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor jurnalistik, khususnya generasi muda. Ia juga berharap program tersebut dapat segera direalisasikan, bahkan sudah difinalisasi pada Februari 2024.
Di sisi lain, Dato' Sri Tahir juga menyoroti ekosistem jurnalistik dalam negeri. Salah yang didorong adalah sekolah jurnalistik dan uji kompetensi profesi bagi jurnalis.
Mengisi Sekolah Jurnalistik
Dato' Sri Tahir menyatakan siap ikut serta dalam upaya tersebut melalui sinergi dengan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia. Para ahli dari sejumlah universitas ini diharapkan dapat memberikan ilmu mereka kepada pelajar-pelajar dalam sekolah jurnalistik.
“Kita nunjuk 10 universitas di Indonesia. Kita minta mereka siapkan orang untuk mengisi sekolah jurnalistik,” jelas Tahir, satu-satunya orang Indonesia yang menandatangani Giving Pledge, gerakan moral berupa kesediaan untuk menyumbangkan 50% hartanya bagi kemanusiaan, yang dimotori pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates.
Baca Juga
Konglomerat Dato Sri Tahir Beri Bantuan Rp 7,5 Miliar untuk Korban di Palestina
Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan tak hanya ekosistem jurnalistik berkembang, namun juga kualitas produk jurnalisme ikut terdongkrak secara merata dalam seluruh wilayah dari Indonesia.
Dato' Sri Tahir sangat mengapresiasi peran sektor jurnalistik dalam mengawal perkembangan dari Indonesia. Oleh karena itu, sektor ini perlu ikut diperhatikan oleh setiap pemegang kepentingan atau stakeholders.
“Saya anggap jurnalis itu menjadi social control kepada negara, which is a quality. Oleh karenanya, semua punya concern terkait dengan kualitas hingga kesejahteraan jurnalis dari Indonesia,” tegas Dato' Sri Tahir yang pernah menyumbangUS$ 75 juta kepadaThe Global Fund untuk memerangiTBC, HIV, dan Malaria di Indonesia.

