Dugaan Makar Diusut, Kepala Bakom Sebut Prabowo Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu
JAKARTA, investortrust.id — Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Syahganda Nainggolan, menegaskan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk membuktikan hukum tegak untuk siapa pun. Prabowo, katanya, mendobrak paradigma hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
Hal itu salah satunya tecermin dari langkah Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyadapan terhadap Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, ormas, LSM, hingga media dan pengusaha. Dalam kasus itu, Bareskrim menjerat empat jenderal Polri, termasuk mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Baca Juga
Komisi III DPR dan Kapolri Rapat Bahas Kasus Penyadapan Ilegal Kamis
“Penangkapan oknum jenderal penyadap pembangkang yang terindikasi makar menegaskan tidak ada lagi yang kebal aturan,” kata Syahganda dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Dari pengungkapan kasus ini, kata Syahganda, Prabowo ingin mengingatkan seluruh fasilitas yang dinikmati para pejabat dan birokrat berasal dari rakyat.
Di sisi lain, Presiden Prabowo pun ingin menyampaikan para petani dan nelayan merupakan pahlawan bangsa. Hal ini karena para petani dan nelayan tak pernah berhenti memenuhi kebutuhan dasar seluruh masyarakat.
Syahganda mengatakan dibangunnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sekolah rakyat, program perlindungan sosial (perlinsos), cek kesehatan gratis (CKG), hingga perbaikan program makan bergizi gratis (MBG) adalah bukti komitmen Prabowo berpihak kepada rakyat.
Di sektor pertanian, Prabowo juga memangkas ratusan aturan berbelit. Aturan yang sebelumnya menyulitkan para petani mendapat pupuk bersubsidi sekarang sudah dipangkas habis.
“Kini, pupuk gampang didapat. Angka nilai tukar petani tembus 132, paling tinggi yang pernah ada,” kata Syahganda.
Baca Juga
Menurut Syahganda, hal itu yang mendorong Indonesia sudah swasembada untuk delapan komoditas dalam dua tahun pemerintahan Prabowo berjalan. Bahkan, produksi beras Indonesia tertinggi dalam sejarah dan cadangan beras nasional mencapai posisi terkuat.
“Perjuangan belum selesai. Persatuan adalah modal terbesar kita,” tegas Syahganda.
