Soal Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Bakom: Lawan Segala Bentuk Makar
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Syahganda Nainggolan mengatakan pemerintah akan melawan segala tindakan yang mengarah pada perbuatan makar. Upaya tersebut perlu dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.
Hal itu disampaikan Syahganda merespons kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh empat jenderal Polri, termasuk mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Alarm Keras Penyalahgunaan Kekuasaan
Syahganda mengatakan, kasus penyadapan terhadap Prabowo merupakan persoalan serius yang tidak dapat ditoleransi. Hal ini mengingat kasus tersebut tidak hanya mengarah pada tindakan makar, tetapi juga membahayakan keselamatan Presiden Prabowo.
Untuk itu, Syahganda menyatakan, pemerintah akan terus berupaya menjaga keselamatan Prabowo dengan melawan segala bentuk tindakan yang diduga mengarah pada makar.
"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," kata Syahganda dalam pernyataannya dikutip Jumat (6/11/2026).
Dikatakan, presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang wajib dijaga dan dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, pengkhianatan yang dilakukan pejabat negara terhadap presiden perlu dipandang sebagai pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.
Berdasarkan hal tersebut, pemerintah akan menindak setiap perbuatan semacam itu melalui penegakan hukum secara tegas.
"Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," paparnya.
Baca Juga
Polri Bentuk Tim Khusus Usut Aktor Intelektual Kasus Penyadapan Prabowo
Pada kesempatan yang sama, ia mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta keutuhan bangsa.
"Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita," katanya.
