BGN Perluas Pengawasan MBG, Target CCTV di 10.000 Dapur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat untuk memperbaiki tata kelola dan menjaga kualitas makanan. Pengawasan dapat dilakukan oleh orang tua siswa, petugas posyandu, guru, hingga kepala sekolah.
"Karena MBG sekarang ini ingin melibatkan publik seluas-luasnya. Kita ingin kita diawasi oleh siapa pun seluas-luasnya. Dapur bisa dilihat, dapur bisa dicek oleh orang tua siswa, oleh posyandu, oleh guru, oleh kepala sekolah, dan sebagainya,” kata Kepala BGN Sudaryono di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Sudaryono mengatakan, BGN telah menyediakan platform Radar MBG untuk memantau menu harian, penerima manfaat, penanggung jawab dapur, dan kandungan gizi makanan. BGN juga membuka saluran pengaduan serta memperkuat pengawasan melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Manakala keterlibatan publik ini kita buka seluas-luasnya, kami akan follow up dan kami perbaiki," ujar dia.
Selain melibatkan masyarakat, BGN berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar kepala daerah turut memeriksa standar dan kapasitas dapur MBG.
Baca Juga
100 Hari Pembenahan MBG, Bos BGN Klaim Hemat Anggaran Rp 44 Triliun
“Jadi, nanti kepala daerah itu sidak semua dapur di standarnya. Dari standar dapurnya dan kapasitas dapurnya, itu semua dinilai,” katanya.
Saat ini, CCTV telah terpasang di 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan akan diperluas menjadi 300 SPPG. BGN menargetkan pemasangan CCTV yang terhubung ke kantor pusat menjangkau 5.000–10.000 SPPG hingga akhir 2026.
Teknologi AI tersebut digunakan untuk mendeteksi pelanggaran standar kebersihan, seperti meletakkan bahan pangan di lantai atau tidak menggunakan sarung tangan saat mengolah makanan.
“Maka yang kami lakukan adalah kami ingin CCTV yang gambarnya dinikmati oleh si pemilik dapur itu, kemudian bisa kami nikmati dengan cara dikoneksikan ke pusat, kemudian dikasih Artificial Intelligence,” tuturnya.
BGN juga memperbaiki aturan dan tata kelola untuk memastikan program berjalan sesuai standar. “Aturan-aturan yang dulu tidak ada, kami adakan. Aturan-aturan yang salah di masa lampau, kami perbaiki. Ini yang kami lakukan selama 100 hari ini dan akan terus kami lakukan,” tegasnya.
