BGN Tutup 40 Dapur Nakal, Asisten Khusus Presiden Dorong Pengawasan Ketat Program MBG
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Keputusan beberapa SPPG untuk menyajikan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bawah standar Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencoreng citra pelaksanaan MBG. Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Dirgayuza Setiawan menyampaikan apresiasinya atas langkah BGN yang
menyiapkan kanal pengaduan telepon dan medsos, hingga menindak tegas dapur yang nakal.
"Saya sebagai pribadi yang concern akan pelaksanaan MBG sambut baik antusiasme laporan masyarakat ke kanal pengaduan telepon 127, WA 0811-1000-8008 dan pengaduan di medsos serta ketegasan BGN yang dalam satu minggu terakhir telah tegas menindak dan menutup 40 lebih dapur “nakal,” ujar Dirgayuza dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang membuka SPPG percontohan di Jakarta.
"Saya juga sambut baik upaya KADIN yang kemarin, Jum’at 6 Maret 2026 membuka SPPG percontohan di Kemang, Jakarta untuk menunjukkan bagaimana pelaksanaan MBG yang amanah, jujur dan setia," ujarnya.
Menurut Dirgayuza, berita buruk menyebar jauh lebih cepat dari berita baik. Sehingga ia menyambut baik sejumlah upaya dari semua pihak yang berupaya mensosialisasikan best practise dalam menyiapkan menu terbaik MBG. Salah satunya akun instagram bernama @menumbg.
"Saya juga sambut baik upaya akun IG @menumbg dari FFI untuk showcase menu MBG dari dapur dapur terbaik setiap hari, yang memperkuat usaha saya bersama POLRI dokumentasikan best practice menu terbaik MBG dalam buku Rasa Bhayangkara Nusantara, serta program TVRI Rasa Bhayangkara Nusantara yang mulai tayang minggu ini," tuturnya.
Masih menurut Yuza, demikian sapaan akrabnya, MBG adalah investasi besar Pemerintah untuk masa depan SDM Indonesia.
"Mari kita bersama pastikan 24.000+ dapur yang sudah berjalan, terus amanah dalam menyalurkan manfaat dari uang pajak yang kita semua bayarkan," tandasnya.

