BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG, Pantau SOP hingga Tekan Anggaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan pihaknya tengah menguji coba integrasi kamera pengawas CCTV pada 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sudaryono, sistem tersebut akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) agar pemantauan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dapat dilakukan dari pusat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, selama ini setiap dapur SPPG sebenarnya telah memiliki CCTV. Namun, rekaman kamera pengawas tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan internal masing-masing dapur.
"Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu. Sehingga kami sedang piloting ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence sehingga kita bisa memonitor SOP,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dia menjelaskan, pemantauan tersebut mencakup berbagai tahapan operasional dapur, mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, hingga pencucian ompreng. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi praktik yang tidak sesuai dengan standar kebersihan dan prosedur kerja.
Sudaryono mencontohkan, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan pekerja saat mempersiapkan bahan makanan, termasuk ketika mencacah sayuran. Menurut dia, masih ada pekerja yang terbiasa mencacah sayuran di lantai, bukan di meja yang semestinya digunakan untuk proses tersebut.
Baca Juga
26.385 Dapur MBG Lolos Syarat, Pemerintah Uji Coba CCTV dan AI
“Ini sederhana tapi ini terjadi, karena tenaga kerjanya adalah berasal dari akamsi (anak kampung sini), ibu-ibu ini, beberapa di antaranya memang tidak terbiasa misalnya nyacah kol di meja, dia biasa misalnya nyacah di lantai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudaryono mengklaim, pemasangan CCTV di sejumlah SPPG tersebut dilakukan tanpa pengadaan CCTV baru dalam jumlah besar guna menghindari pembengkakan anggaran. Ia menyebutkan, BGN mengoptimalkan perangkat CCTV yang sudah tersedia di setiap dapur SPPG dengan menghubungkannya ke sistem pemantauan pusat.
"Kami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja. Jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan aja," ungkap Sudaryono.
Maka dari itu, ia menegaskan, BGN tidak berencana melakukan pengadaan CCTV baru secara besar-besaran untuk mendukung sistem pengawasan tersebut. Menurut Sudaryono, pendekatan ini diharapkan dapat menghindari pengeluaran anggaran dalam jumlah besar.
"Jadi insyaallah sih tidak akan ada pengadaan yang bombastis kayak yang lalu-lalu sampai ratusan miliar dan lain sebagainya nggak akan ada," terangnya.
