Bahlil Sebut DIM RUU Migas Hampir Rampung, Progres Sudah di Atas 90%
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembahasan mengenai Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) saat ini sudah hampir rampung. Progres pembahasan DIM RUU Migas tersebut dikatakan telah mencapai di atas 90%.
“RUU Migas, kita sudah hampir selesai. Insyaallah sudah di atas 90%,” ujar Bahlil saat ditemui di Kilang RDMP Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Sosok yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menerangkan, proses pembahasan DIM RUU Migas ini masih menunggu momentum yang tepat, mengingat saat ini anggota DPR sedang berada di dalam masa reses.
Baca Juga
Pemerintah Matangkan DIM RUU Migas, Bahlil: Penyusunan Sudah 80–90%
Bahlil menyebut kondisi ini membuat komunikasi dan pembahasan bersama DPR masih belum dapat dilakukan secara intensif. Menurutnya, akan tiba waktu yang tepat bagi pemerintah dan DPR untuk duduk bersama membahas persoalan ini.
“Kita sama DPR saja santai-santai, masih reses, bos. Namanya reses, nggak bisa aku nanya,” ungkap Bahlil.
Salah satu aspek penting dalam penyusunan RUU Migas adalah pengaturan kelembagaan melalui pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas. Bahlil menjelaskan, tidak seluruh ketentuan teknis harus dicantumkan secara terperinci dalam undang-undang, melainkan dapat diatur lebih lanjut melalui peraturan turunannya.
"Karena undang-undang itu menyatakan BUK (Badan Usaha Khusus) nantinya. Tidak semua hal kan kita cantumkan di undang-undang. Ada PP (Peraturan Pemerintah). Saya kasih bocoran saja. Itu kan nanti di Perpres," kata dia.
