Golkar Pasang Target Tambah Kursi Parlemen, Bahlil: Ketum Golkar Belum Pernah Jadi Presiden
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memasang target utama partainya pada pemilu mendatang adalah menaikkan jumlah kursi di parlemen. Bahkan ia menegaskan Golkar lahir bukan semata-mata untuk mengantarkan ketua umumnya menjadi presiden atau wakil presiden.
Bahlil memaparkan sejak Golkar berdiri pada 1964 dan mengikuti pemilu pertamanya pada 1971, belum pernah ada ketua umum Golkar yang menjadi presiden.
"Kalau kita melihat sejarah Partai Golkar sejak lahir tahun 64, pemilu tahun 71 belum pernah ada ketua umumnya yang menjadi presiden," kata Bahlil kepada wartawan usai menghadiri Tasyakuran HUT ke-62 Partai Golkar di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Bahlil, satu-satunya ketua umum Golkar yang menduduki jabatan di puncak kekuasaan eksekutif adalah Sudharmono. Tokoh tersebut menjabat ketua umum terlebih dahulu sebelum kemudian menjadi wakil presiden.
Baca Juga
Golkar Pantau Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Kita Lihat Seberapa Dalam Prosesnya
Ia menekankan, kelahiran Golkar tidak ditujukan semata-mata untuk menjadikan ketua umumnya presiden maupun wakil presiden.
Lebih jauh, Bahlil menyatakan Golkar dilahirkan sebagai instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Cita-cita itu mencakup keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kesejahteraan, hingga pendidikan.
"Partai Golkar ini lahir untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara," ujarnya.
Turut hadir pada acara tersebut sejumlah anggota Kabinet Merah dari Partai Golkar, antara lain Menteri Perindustrian Sarmuji, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Menteri P2MI Mukhtarudin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Menkomdigi Meutya Hafid.
