Tantangan Lapangan Kerja dan Biaya Hidup Generasi Muda Kini Makin Disorot
Poin Penting
|
CANBERRA, investortrust.id – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyoroti tantangan generasi muda dalam menghadapi persaingan dunia kerja, meningkatnya biaya hidup, dan kebutuhan membangun kemandirian ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat bertemu dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) di Australian National University (ANU), Canberra, Australia, Jumat (16/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ibas mengatakan pendidikan dan pengalaman internasional perlu menjadi modal bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing serta memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia.
Menurutnya, tantangan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kualitas pekerjaan dan kemampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Biaya tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari menjadi faktor yang perlu diperhitungkan mahasiswa maupun lulusan baru ketika membangun kemandirian ekonomi.
Karena itu, Ibas menilai pembangunan perlu diarahkan tidak hanya pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas pekerjaan, keterampilan, produktivitas, dan kesempatan ekonomi.
Baca Juga
Alumni FEB UI-86 Jembatani Kesenjangan Pendidikan dan Dunia Kerja
Ia juga menekankan pentingnya keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan diperlukan agar kompetensi lulusan sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Selain persoalan ketenagakerjaan, Ibas menyoroti pentingnya memperluas akses pendidikan berkualitas melalui dukungan beasiswa, terutama bagi mahasiswa berprestasi yang menghadapi keterbatasan biaya.
Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri perlu dimanfaatkan untuk menyerap pengetahuan, memperluas jejaring, dan mengembangkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan di Indonesia.
Ibas juga mengajak mahasiswa Indonesia di Australia untuk tetap kritis terhadap kebijakan publik dan menyampaikan masukan secara konstruktif. Ia menilai kajian akademik dan penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan lembaga legislatif dalam merumuskan kebijakan.
Dalam sesi dialog, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait demokrasi, kepercayaan publik terhadap pemerintah, kebijakan ekonomi, pendanaan pendidikan, lapangan kerja, pembangunan daerah, dan pengelolaan lingkungan.
Baca Juga
Pertamina Perluas Akses Dunia Kerja bagi Generasi Muda Lewat Internship 2026
Menanggapi hal tersebut, Ibas menegaskan bahwa penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari fungsi perwakilan rakyat.
“To lead is to listen. Seorang pemimpin harus mau mendengar karena dari sana kita dapat memahami harapan, kebutuhan, dan pemikiran masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa DPR RI memiliki tanggung jawab menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara juga diperlukan agar program pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ibas berharap mahasiswa Indonesia di Australia dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, mengembangkan kompetensi, dan memanfaatkan pengalaman internasional untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
